Diawali pertarungan di tunggal putri, Gregoria Mariska sukses mengalahkan perwakilan DKI Jakarta, Aurum Oktavia Winata, dengan skor 21-15 dan 21-17.
Momentum itu pun dilanjutkan ke nomor ganda putri, yang diwakili Monika Insany/Yulfira Barkah, melalui kemenangan 21-18 dan 21-11 atas Marisa Vania Liske Teneh/Winni Oktavinas Kandow.
DKI Jakarta sempat memperkecil kedudukan saat tunggal putri mereka, Isra Faradila, menang dengan skor 21-12 dan 21-16 atas Choirunnisa.
Kepastian tiket final pun baru diraih di pasangan ganda putri berikutnya, kala Elizabeth Jovita/Elvira Arumningtyas Mayasari mengalahkan Aisyah Nuraini/Angelica Wiratama dengan skor 21-13 dan 21-17.

Gregoria Mariska mengawali momentum kemenangan Mutiara Cardinal Bandung.
Di final, Mutiara Cardinal Bandung akan menghadapi Jaya Raya Jakarta, yang mengalahkan Tim DI Yogyakarta. Manajer Mutiara Cardinal Bandung, Sian Sugiarto pun tak menyangka timnya bisa lolos ke final. Target juara pun dicanangkannya untuk Mutiara Cardinal Bandung.
“Sebetulnya di atas kertas kami kalah dari DKI Jakarta, kami adalah tim underdog dan materi pemain kurang. Namun anak-anak tampil bagus, kami bisa unggul 2-0 duluan. Di tunggal kedua, Choirunnisa memang sudah dua kali kalah dari Isra (Faradila),” papar Sian.
“Sudah tanggung ke final, tentu maunya juara. Target awal kami adalah semifinal. Pertandingan beregu itu lain rasanya, karena mental itu penting. Saya tekankan kepada anak-anak, yang penting berani dulu, mau lawan siapapun,” sambungnya.
“Peluang melawan tim Jaya Raya adalah 50-50, kami mengandalkan tunggal pertama serta ganda pertama, walaupun Jaya Raya punya ganda yang bagus juga,” urai Sian.