Wakil Sekjen Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Achmad Budharto mengatakan, Indonesia saat ini mempunyai pekerjaan rumah cukup berat untuk melahirkan pebulutangkis nomor tunggal putra dan putri.
"Kami melihat bulutangkis nomor ganda sudah cukup baik, PR-nya terutama tunggal putri, sedangkan putra sudah menunjukkan perkembangan," kata Achmad Budharto.

Dia menjelaskan, tunggal putri Indonesia saat ini sudah tertinggal jauh dari negara lain seperti Thailand, China, Hong Kong, dan Jepang. Atlet tunggal putri Indonesia juga tak ada yang masuk dalam daftar ranking 20 besar dunia.
"Hal ini menjadi pekerjaan rumah yang berat ke depan bagi mantan pebulutangkis Indonesia, Susi Susanti, yang sekarang menjadi Ketua Bidang Bina Prestasi," katanya.

Menurutnya, pengurus PBSI periode saat ini harus berani menyusun program yang membuat pebulutangkis siap terjun di level lebih tinggi. Para pemain junior pun sudah harus diprogramkan untuk mengikuti turnamen level internasional.
"Jika melihat dari negara tetangga kita, seperti Tiongkok, Thailand, Jepang, Singapura, atlet junior mereka sudah diterjunkan di level internasional. Mereka konsisten mengikutkan atletnya bersaing ke level dunia," katanya.