Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti, menyatakan perombakan besar-bersaran untuk pemain di sektor tunggal putri menjadi langkah awal perbaikan prestasi sektor tersebut. Nantinya, kinerja pemain dan pelatnas akan dipantau tiap tahunnya.
“Perekrutan tunggal putri dan perombakan besar besaran. Tentunya yang sudah bagus akan pertahankan. Dan yang belum baik harus kerja keras untuk perubahan. Kita berusaha untuk memperbaiki. Ini penilaian yang kita percaya. Untuk ke depannya kami harapkan lebih baik,” ujar Susy di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur.
“Promosi kita lihat per tahun dan degradasinya. Kita membuat kontrak dengan pelatih dua tahun. Setiap tahun ada evaluasi. Sehingga perkembangan selanjutnya jika bagus akan diteruskan,” tambahnya.

Susy Susanti berharap sektor tunggal putri kembali berprestasi
Untuk sektor di luar sektor tunggal, seperti ganda campuran, proses regenerasi juga diharapkan Susy dapat berjalan dengan baik. Peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 tersebut, berharap pemain dan pelatih Pelatnas Cipayung untuk terus bekerja keras demi menghasilkan prestasi di kancah internasional.
“Sedangkan sektor lain kita lihat. Mix double kita lihat lagi, tapi paling penting regenerasi juga berjalan semua sektor. Ini memang perubahan besar di tunggal putri tentunya kita harap ada perbaikan,” jelas Susy.

Hanna Ramdini kembali masuk ke dalam pemain pelatnas Cipayung
Untuk promosi dan degradasi, kuota Pelatnas memang ada beberapa yang belum terisi. Seperti kuota 14 orang tunggal putri dan tunggal putra, ganda putra enam pasang, ganda putri lima pasang, dan ganda campuran enam pasang.
"Kita lakukan ini karena memang banyak pertimbangan. Nantinya juga akan ada magang untuk menyeleksi mereka pantas masuk atau tidak di Pelatnas,” sambungnya.