Turnamen French Open Super Series 2016 menjadi turnamen terakhirnya bersama Greysia Polii. Saat itu mereka terhenti di babak perempatfinal. Sebelum kejuaraan Superseries Final 2016 di Dubai, Nitya memutuskan untuk naik meja operasi guna menyembuhkan cedera yang telah dideritanya selama setahun.
Ketika ditemui di acara ramah-tamah dan makan siang bersama pengurus PP PBSI, pelatih, dan pemain yang dilangsungkan di pelatnas, Kamis (12/01/17), Nitya tampak hadir meskipun belum bisa berjalan sempurna.
“Kondisi lutut saya sudah baikan, sudah mendingan kok. Sekarang jalannya masih dibantu penyangga karena belum boleh menapak. Kurang lebih tiga mingguan lagi baru boleh menapak. Kadang masih terasa sakit, tetapi sedikit kok,” ujar perempuan 28 tahun itu ketika ditanya soal kondisinya.

Nitya Krishinda Maheswari kini sudah bisa berjalan meski masih menggunakan kruk.
Menurut Eng Hian, Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI, Nitya diperkirakan bisa kembali berkompetisi di panggung bulutangkis sekitar enam bulan ke depan.
“Dua atau tiga bulan ke depan, Nitya sudah boleh latihan. Tetapi untuk kembali ke puncak performa, saya kira sekitar enam bulan lagi ya,” ujar Eng Hian kepada Badmintonindonesia.org.
Berpasangan dengan Greysia Polii, Nitya merupakan peraih medali emas Asian Games Incheon 2014, medali perunggu World Championships 2015, juara Korea Open Super Series 2015 serta Singapore Open Super Series 2016.
Di samping itu, Eng juga merombak kombinasi pasangan di sektor ganda putri. Greysia kini dipasangkan dengan Rosyita Eka Putri Sari. Sementara pasangan Rosyita, Della Destiara Haris, dicoba dengan Apriani Rahayu, pemain muda yang menjadi penghuni baru pelatnas.