All England 2017

Gagal Pertahankan Gelar Juara, Ini Dalih Praveen/Debby

Kamis, 9 Maret 2017 09:45 WIB
Editor:
© Humas PBSI
Praveen Jordan dan Debby Susanto harus tersingkir dari All England 2017 usai dikalahkan pasangan Jepang. Copyright: © Humas PBSI
Praveen Jordan dan Debby Susanto harus tersingkir dari All England 2017 usai dikalahkan pasangan Jepang.

Sebuah pukulan telak datang bagi wakil Indonesia di nomor ganda campuran dalam ajang All England 2017. Bagaimana tidak, pasangan yang menjadi unggulan Indonesia, sekaligus  sang juara bertahan, Praveen Jordan/Debby Susanto harus takluk di babak pertama.

Langkah Praveen/Debby terhenti usai berhadapan dengan Yuta Watanabe/Arisa Higashino pasangan non unggulan dari  Jepang. Bermain selama 55 menit, Praveen/Debby harus mengakui keunggulan pasangan Jepang dengan skor akhir 17-21, 21-19, dan 12-21.

Kekalahan Praveen/Debby ini pun cukup membingungkan, lantaran melihat peluang di atas kertas, Jordan/Debby yang duduk di peringkat lima dunia masih lebih diunggulkan dari lawan, yang menghuni peringkat dua puluh dunia.

Ditemui pasca pertandingan, pasangan yang berselisih umur empat tahun tersebut mengaku terlambat panas saat memulai laga di set pertama. Alhasil, hal tersebut pun membuat mereka kesulitan menghadapi permainan agresif lawan.

Praveen/Debby kalah tiga set dari pasangan Jepang di babak pertama All England 2017.

“Kami terlambat start di game pertama tadi, jadinya tidak enak terus di lapangan. Padahal itu bagian yang penting. Kalau kami bisa main lebih baik dari awal, lawan pasti tidak akan berkembang. Hari ini kami tampil underperform,” kata Jordan seperti dikutip dari rilis yang diterima INDOSPORT.

“Kami mainnya kalah agresif dan mengontrol pukulan. Karena kalah agresif, kami jadi kebawa pola permainan lawan,” tambah Debby.

Hasil ini tentunya tidak sesuai harapan pasangan besutan klub Djarum Kudus tersebut. Pasalnya, persiapan yang  sudah dijalani oleh keduannya sudah cukup matang dan telah dimulai sejak awal 2017.

“All England jadi salah satu target kami tahun ini. Persiapannya juga kurang lebih sudah dua bulan. Tapi ternyata kami memang belum bisa tampil maksimal,” jelas Jordan.

Meski begitu, Praveen/Debby mengaku tidak akan patah semangat dan kembali berjuang untuk meraih hasil terbaik saat tampi di Swiss Open 2017.

Praveen/Debby sudah melakukan persiapan untuk All England sejak awal 2017.

“Setelah ini kami akan tampil di Swiss Open. Kami harus bisa main lebih baik, karena di sini kami kehilangan banyak poin,” tutur Debby.

Kekalahan Praveen/Debby sendiri membuat peluang Indonesia meraih gelar juara All England 2017 di nomor ganda putri semakin kecil. Hal itu lantaran hanya satu wakil Indonesia saja yang tersisa di babak kedua, yakni pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Pasangan Ronald Alexander/Melati Daeva Oktavianti kalah 14-21 dan 5-21 dari unggulan tiga Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, Denmark. Sedangkan Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika juga harus angkat koper, setelah kalah dari Lu Kai/Huang Yaqiong, dari China, 9-21 dan 17-21.