Malaysia terus mencari inisiatif untuk melahirkan pebulutangkis-pebulutangkis muda sebagai penerus Lee Chong Wei. Mereka kini tengah merancang rencana jangka panjang bagi bulutangkis Malaysia agar tetap menjadi pusat kekuatan bulutangkis dunia dan mampu mendulang medali dari ajang olimpiade.
Salah satu langkah yang dilakukan Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM) adalah menjalin kerja sama dengan empat negara dengan kekuatan bulutangkis yang diakui dunia. Tahap konkretnya adalah mengadakan latihan tanding antara pebulutangkis junior Negeri Jiran dengan pebulutangkis lain selama turnamen Malaysia Open 2017 yang berlangsung di Kuching, 4 hingga 9 April mendatang.
"Kerja sama dengan beberapa negara dalam latihan dan pertandingan persahabatan di kalangan pemain remaja masih dijalankan. BAM akan menandatangani perjanjian baru untuk latihan bersama pemain-pemain remaja dari empat negara termasuk Thailand, Indonesia, Korea, dan Malaysia selama turnamen Malaysia Open Super Series Premier 2017. Saya percaya kerja sama ini akan mempercepat proses pengembangan pemain remaja negara," beber Presiden BAM, Tan Sri Mohamed Al Amin Abdul Majid, seperti dikutip Utusan.
Selain dengan pebulutangkis negara lain, Malaysia juga bekerja sama dengan klub-klub profesional baik dari dalam negeri atau luar negeri. Para pebulutangkis junior ini akan menjadi pelapis di skuat nasional Malaysia dalam kejuaraan internasional.
"BAM telah memulai Program Pembangunan Negeri sejak beberapa tahun lalu. Melalui program ini setiap negeri melatih antara 32-80 pemain-pemain dari usia 9-18 sepanjang tahun. Program pelatihan dan bantuan keuangan disediakan BAM untuk membayar gaji atau tunjangan pelatih, pembelian bulutangkis, sewa lapangan, serta subsidi partisipasi dalam setiap Kejuaraan Nasional serta hal-hal terkait," lanjutnya.