Peristiwa aneh bin ajaib terjadi di dunia perbulutangkisan. Percaya tidak percaya, seorang pria berusia senja bernama Peter Ventre asal Inggris diklaim sempat meninggal dunia sebanyak dua kali saat bermain bulutangkis.
Peter yang saat ini berusia 63 tahun dicatat sempat meninggal dua kali saat bermain bulutangkis di sebuah pusat kebugaran dan olahraga bernama Knowsley Leisure and Culture Park, Liverpool, Inggris.
Seperti dilansir situs Liverpool Echo, Peter memang rutin bermain bulutangkis tiap minggu. Saat kejadian, Peter beruntung setelah beberapa perawat rehabilitasi jantung sedang siaga untuk memberikan penyuluhan kesehatan.
Kisah mustahil tersebut berawal saat Peter sedang akan melakukan servis, namun ia merasa ada yang aneh dengan tubuh bagian belakangnya. Lalu sesaat kemudian, Peter tidak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
“Yang saya ingat, saya berkata pada rekan bermainku bahwa itu adalah gilirannya untuk melakukan servis, namun dia tetap ngotot bahwa itu adalah giliranku,” jelas Peter Ventre.
Saat kejadian, situasi di lapangan pun tak terkendali. Beruntun perawat rehabilitasi jantung langsung bergerak cepat dan segera mengambil langkah medis untuk menyadarkan Peter.
Peter Ventre (tengah).Menurut Peter Cox, Assistant Facility Manager pusat kebugaran Knowsley, nadi Peter sempat berhenti dan tidak bernafas. Kemudian para perawat rehabilitasi jantung langsung melakukan CPR (resusitasi jantung paru-paru atau pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti nafas tanpa alat).
Karena CPR tidak berhasil, para perawat tersebut pun dengan sigap meletakkan alat setrum jantung di bagian dada Peter dan tak lama kemudian pria paruh baya tersebut akhirnya bisa bernafas kembali.
Menurut salah satu perawat, Lisa Devitt, mereka langsung melakukan tindakan secepat mungkin saat mengetahui ada yang pingsan di lapangan.
“Saya merasa sangat segar ketika bangun, rasanya beban berat saya seperti diambil begitu saja,” jelas Peter.
Peter Ventre (tengah).Tak lupa, Peter mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua orang yang telah membantunya hingga dia mendapat kesempatan kedua untuk hidup kembali.
Kini, Peter sudah kembali bermain bulutangkis di pusat kebugaran dan olahraga Knowsley di Liverpool, dan para perawat rehabilitasi jantung yang sama juga masih bertugas di sana. Semoga sehat selalu Peter!