Dua pebulutangkis muda Indonesia, Fitriani dan Gregoria Mariska, akan menjalani debut di Piala Sudirman 2017. Keduanya masuk dalam susunan pemain yang dirilis Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), untuk membela Merah Putih di turnamen beregu campuran yanga akan berlangsung di Gold Coast, Australia pada 21-28 Mei mendatang.
Keduanya merupakan dua pemain tunggal putri masa depan Indonesia. Fitriani masih berusia 18 tahun, sementara Gregoria 17 tahun.
Meski demikian, keduanya mengaku tak gentar menghadapi para pemain kelas dunia di kejuaraan tersebut. Persiapan dan gemblengan para pelatih di Pelatnas PBSI, membuat mereka percaya diri.
Fitriani ketika sedang beraksi."Beban pasti ada, tapi mudah-mudahan bisa mengatasinya. Saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk tim," kata Fitriani.
Menjadi pemain paling muda dalam tim, Gregoria pun memiliki tekad sama. Sebagai pemain dengan prestasi paling buncit di sektor tunggal putri Piala Sudirman, Grego, sapaan akrabnya, mafhum jika tim pelatih mendahulukan Fitri dan Dinar Dyah Ayustine.
Namun, ia pun bertekad untuk mengerahkan segala kemampuan jika diberi kesempatan tampil membela tim Merah Putih.
Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska. "Ini menjadi tantangan baru buat saya. Kalau misalnya diturunkan, saya ingin ngasih yang terbaik aja sih," kata Grego.
Pada sektor tunggal putri, PBSI menurunkan tiga pemain, yaitu Fitriani, Dinar Dyah Ayustine, dan Gregoria Mariska. Fitriani menjadi pemain paling mentereng dari ketiganya, karena menduduki posisi terbaik, yaitu ranking 23, dalam daftar ranking dunia BWF.
Dinar di urutan kedua dengan menduduki peringkat 33 dunia. Sementara Grego berada paling buncit dengan bercokol di posisi 80 dunia.
Penulis: Gema Yudha