Kalah Telak di Debut Asian Games, Pebulutangkis Putri Arab Saudi Tak Patah Semangat

Jumat, 24 Agustus 2018 23:09 WIB
Penulis: Yasmin Rasidi | Editor:
© INASGOC
Atlet bulutangkis Arab Saudi, Rana Abu Harbesh. Copyright: © INASGOC
Atlet bulutangkis Arab Saudi, Rana Abu Harbesh.

INDOSPORT.COM - Olahraga bulutangkis bukanlah olahraga yang berkembang di Arab Saudi. Namun, sekalipun kalah di Asian Games 2018, para atlet putri ini tak kecil hati.

Rana Abu Harbesh dan Shatha Al-Mutairi tersingkir dalam waktu singkat di cabang bulutangkis nomor perorangan Asian Games 2018 yang diadakan di Jakarta. Keduanya takluk dari pasangan Korea Selatan, Lee So-hee/Shin Seung-chan, dengan skor telak 21-4 dan 21-7.

Namun, bagi dua pebulutangkis berhijab asal Arab Saudi ini, kekalahan mereka tidak membuat mereka kecil hati, terlebih ini debut mereka di ajang sebesar Asian Games 2018.

Mereka bahkan akan belajar dari kekalahan tersebut dan hasil akhir ini sebagai langkah awal. Tidak ada istilah putus asa.


“Semua baik-baik saja," ujar Al-Mutairi sambil tersenyum sekalipun kalah dari atlet Sri Lanka Kavidi Sirimannage 21-4, 21-4 dalam 14 menit sebagaimana dilansir Arabnews.

"Ini pertama kalinya saya bermain di Asian Games, jadi saya grogi, namun tak masalah. Saya sangat senang dan semoga ke depannya saya bisa bermain lebih baik dari hari ini. Saya mendapat banyak pengalaman dari Asian Games ini."

Sebelumnya rekan Al-Mutairi Abu Harbesh kalah telat dari atlet Hong Kong Ngan Yi Cheung 21-1, 21-5. Bagi pelatih Mohammed Awad Ammar, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi anak-anak didiknya.

Bulutangkis adalah olahraga yang relatif baru berkembang di Arab Saudi, terutama untuk kaum hawa. Sementara persaingan di cabang ini sekarang sudah relatif merata, tidak hanya didominasi oleh China dan Korea Selatan serta Indonesia lagi.

“Bulutangkis putri masih baru di Arab Saudi, jadi kamu hanya fokus di tingkat permainan, bukan hasil akhir. Bermain di ajang seperti ini tentu bagus bagi mereka. Kami bisa tahu tingkat permainan negara-negara unggulan dan suatu saat kami akan mampu mempersiapkan diri lebih baik di kejuaraan-kejuaraan berikutnya. Tujuan kami bisa bermain di Olimpiade 2020," papar sang pelatih. 

Al-Muttairi mengakui persiapan mereka tidak maksimal, hanya empat bulan. Namun dia melihat sisi positifnya bahwa semakin banyak perempuan di negara baru saja membolehkan kaum hawanya mengendarai  mobil ini yang menyukai bulutangkis.

Sementara Cheung yang mengalahkan Harbesh akan berhadapan dengan tunggal putri peringkat satu dunia Tzuying Tai asal Taiwan. Apa pendapat atlet Hong Kong peringkat 21 dunia ini kepada lawannya yang masih 'hijau' asal negeri kaya minyak tersebut?

"Saya pikir ini masalah pengalaman. Jika Anda berlatih dan mempersiapkan diri, saat tiba waktunya bertanding maka akan timbul kepercayaan diri. Seiring dengan banyaknya mendapat pengalaman, maka kemampuan semakin meningkat. Saran saya singkat saja: Tidak pernah menyerah," ujar Cheung.

Semoga semangat terus untuk tim bulutangkis Arab Saudi!

Medali Asian Games Keenam Indonesia Dipersembahkan Cabor Paragliding

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh INDOSPORT.com (@indosportdotcom) pada

Terus Ikuti Berita Olahraga Asian Games 2018 Lainnya Hanya di INDOSPORT