In-depth

Mengapa Rafael Nadal Sangat Perkasa di Tanah Liat?

Senin, 10 Juni 2019 14:57 WIB
Editor: Abdurrahman Ranala
© Clive Mason/Getty Images
Rafael Nadal sukses menumbangkan Roger Federer di semifinal Prancis Terbuka 2019, Jumat (07/06/19). Copyright: © Clive Mason/Getty Images
Rafael Nadal sukses menumbangkan Roger Federer di semifinal Prancis Terbuka 2019, Jumat (07/06/19).

INDOSPORT.COM - Rafael Nadal kembali meraih gelar juara di lapangan tanah liat pada Prancis Terbuka 2019. Rafael Nadal memang menjadi raja di lapangan tanah liat. 

Petenis asal Spanyol, Rafael Nadal Parera, baru saja meraih gelar Prancis Terbuka 2019. Rafael Nadal mengalahkan petenis Austria, Dominic Thiem 6-3, 5-7, 6-1, dan 6-1, Minggu (09/06/19). 

Gelar tersebut adalah gelar ke-12 bagi Rafael Nadal di Prancis Terbuka. Rafael Nadal menjadi peraih gelar terbanyak di nomor tunggal putra Prancis Terbuka. 

Semua gelar Rafael Nadal di Prancis Terbuka ia menangkan di lapangan tanah liat Roland Garros. Hal itu semakin mempertegas status Rafael Nadal sebagai jawara di lapangan tanah liat. 

Berikut INDOSPORT mencoba menjabarkan mengapa Rafael Nadal sangat perkasa di lapangan tanah liat dan dijuluki King of Clay. 

Kesabaran dan Konsistensi

Kejayaan Rafael Nadal di lapangan tanah liat dimulai pada tahun 2005 saat menjuarai Prancis Terbuka 2005 atau gelar perdananya di Prancis Terbuka. 

Kesabaran menjadi salah satu kunci Rafael Nadal menguasai lapangan tanah liat. Karena lapangan tanah liat butuh waktu lebih lama untuk dikuasai daripada lapangan rumput atau beton. 

Seorang petenis harus menunggu waktu yang tepat untuk melancarkan serangan agar tidak mudah dikembalikan oleh lawan. 

"Pengetahuan Nadal soal kapan harus menyerang dan bertahan, serta mental di saat-saat krusial, lebih bersabar dan sedikit melakukan kesalahan," kala legenda tenis Todd Woodbridge soal kemampuan Nadal di lapangan tanah liat. 

Kidal dan Forehand yang Luar Biasa

Sebuah jawaban yang cukup mudah dari pertanyaan 'mengapa Rafael Nadal sangat jago di lapangan tanah liat?' adalah karena Rafael Nadal seorang pengguna tangan kiri atau kidal. 

Bola memantul lebih tinggi di lapangan tanah liat, sehingga Rafael Nadal yang kidal dapat melakukan forehand yang berlawanan arah jika lawannya tidak kidal. 

"Tangan kirinya membantu membuka ruang di lapangan dan keuntungan itu semakin berguna saat bola memantul lebih tinggi di lapangan tanah liat," lanjut Todd Woodbridge.

Dengan tangan kirinya, Nadal bisa memberikan pukulan dengan arah yang sulit untuk dikembalikan oleh lawan dan sulit ditebak.  

Rekor di Lapangan Tanah Liat

- Rafael Nadal meraih rekor kemenangan sebanyak 81 kemenangan di lapangan tanah liat pada periode 2005 hingga 2007. 

- Rafael Nadal memenangi setidaknya 1 dari 3 gelar Masters 1000 (Monte Carlo Masters, Italia Terbuka, dan Rome Masters) di lapangan tanah liat setiap tahunnya sejak 2005 hingga 2014. 

- 10 gelar Prancis Terbuka tanpa kalah dalam satu set pun. Menjadikan Nadal sebagai satu-satunya petenis yang tak terkalahkan dalam 10 final Grand Slam di satu jenis lapangan. 

- Rekor kemenangan 79 berbanding 2 kekalahan di Prancis terbuka, serta 92% kemenangan dalam kariernya diraih di lapangan tanah liat. 

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%