Begini Jawaban Menohok Jonatan Christie soal Peluang Juara di Indonesia Open 2019

Sabtu, 13 Juli 2019 14:49 WIB
Penulis: Shella Aisiyah Diva | Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
© VCG/VCG via Getty Images)
Potret Jonatan Christie saat berhasil mengalahkan Anthony Sinisuka Ginting di Final Australia Open 2019. Copyright: © VCG/VCG via Getty Images)
Potret Jonatan Christie saat berhasil mengalahkan Anthony Sinisuka Ginting di Final Australia Open 2019.

INDOSPORT.COM - Menjelang turnamen bulutangkis Indonesia Open 2019, salah satu pebulutangkis tunggal putra Tanah Air, Jonatan Christie, memberikan jawaban menohok terkait peluang juaranya.

Meskipun berstatus sebagai juara bertahan dua turnamen BWF World Tour Super 300, pebulu tangkis 23 tahun tersebut mengakui bahwa peluang juaranya di Super 1000 kali ini tidak bisa disamakan dari dua turnamen sebelumnya.

"Masyarakat memang punya ekspetasi besar ke saya, karena hasil positif di New Zealand dan Australia, ya mudah-mudahan ini jadi doa. Tetapi menurut saya, ada banyak pemain Indonesia yang kans juaranya lebih besar, seperti Kevin/Marcus," ujar Jonatan dilansir dari situs badmintonindonesia.org.

Jojo pun mengakui bahwa harapan dari masyarakat Indonesia membuat dirinya beserta seluruh tunggal putra lainnya jadi tambah bersemangat untuk mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik mereka.

"Semoga kami bisa lebih berani di lapangan, karena ini tantangan juga buat saya dengan target pribadi bisa juara Super 750 atau Super 1000," lanjutnya.

Terkait pertemuannya dengan wakil Denmark, Rasmus Gemke, Jonatan mengakui kalau dirinya telah menyiapkan strategi khusus.

"Saya sudah bertemu dengan dia di Indonesia Masters kemarin dan sempat ketinggalan jauh tapi masih bisa revans. Ya tipe bermain dia sama seperti pemain Denmark yang lainbanyak main dengan tempo cepat, jarang reli seperti Momota. Mainnya banyak drive, angkat, smash, jadi saya harus waspada di pola mainnya dia seperti ini," pungkasnya.

Jonatan Christie sejauh ini belum mampu meraih hasil positif di dua edisi Indonesia Open sebelumnya. Di tahun 2017, ia hanya mampu melaju sampai babak kedua, sedangkan di Indonesia Open 2018, ia sudah lebih dulu gugur di babak pertama. Tentunya di Indonesia Open 2019, Jojo diharapkan mampu berbuat lebih baik lagi.