Cerita Pelatih PB Djarum yang Jadi Orang Berjasa di Balik Kesuksesan Kento Momota

Minggu, 8 September 2019 19:06 WIB
Penulis: Ervan Yudhi Triatmoko | Editor: Isman Fadil
© badmintonindonesia.org
Imam Tohari, pelatih tunggal putra PB Djarum yang juga berperan dalam karier Kento Momota. Copyright: © badmintonindonesia.org
Imam Tohari, pelatih tunggal putra PB Djarum yang juga berperan dalam karier Kento Momota.

INDOSPORT.COM – PB Djarum telah memutuskan menghentikan audisi umum beasiswa bulutangkis. Audisi umum tahun 2019 bakal menjadi edisi terakhir.

Audisi umum beasiswa bulutangkis adalah audisi yang digelar oleh PB Djarum setiap tahun. Audisi tersebut digelar di sejumlah kota dan nantinya peserta yang terpilih akan maju ke final audisi yang digelar di markas PB Djarum di Kudus.

Atlet-atlet bulutangkis top berhasil dilahirkan oleh PB Djarum. Diantaranya adalah Mohammad Ahsan dan Kevin Sanjaya Sukamuljo. Tak hanya sukses menelurkan juara bulutangkis kelas dunia, sejumlah pelatih hebat juga punya peran penting di balik layar PB Djarum.

Salah satu pelatih yang mengabdi untuk PB Djarum adalah Imam Tohari. Imam merupakan seorang legenda bulutangkis ganda campuran Indonesia, yang pernah meraih medali perunggu di Piala Dunia 1997 bersama Emma Ermawati.

Usai gantung raket, ia memilih untuk menjadi pelatih bulutangkis tunggal putra dan ganda putra pada tahun 2002. Uniknya, Imam mengawali karirnya sebagai pelatih bulutangkis bukan di Indonesia, melainkan di Jepang. Saat itu ia menjadi pelatih di Sekolah Tomioka dengan total 16 murid, salah satunya adalah Kento Momota.

“Saya melatih Kento sejak dia masih duduk di kelas 2 SMP. Mimpi saya adalah menjadikan Kento sebagai juara dunia junior, target itu akhirnya tercapai pada 2012,” ungkap Imam.

Selepas dari Jepang, pada awal tahun 2013 Imam Tohari kemudian mendapat tawaran dari Rexy Mainaky untuk melatih sektor tunggal putra di Pelatnas Cipayung.

Pada April 2013, Imam Tohari secara resmi bergabung menjadi asisten pelatih dari Joko Supriyanto dan melatih sektor tunggal putra di Pelatnas Cipayung. Beberapa anak didik Imam adalah Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting.

Namun seiring dileburnya sektor tunggal putra di bawah komando Hendry Saputra pada tahun 2016, Imam Tohari mendapat tawaran untuk melatih tunggal putra di PB Djarum yang bermarkas di Kudus.

Hingga saat ini, Imam Tohari masih dipercaya menjadi salah satu pelatih di PB Djarum. Pria yang kini berusia 46 tahun itu juga dipercaya ikut berperan dalam audisi beasiswa bulutangkis PB Djarim yang digelar di berbagai kota di Indonesia.