Polemik PB Djarum dan KPAI, Menpora Imam Nahrawi Bakal Bantu Cari Solusi

Minggu, 8 September 2019 17:04 WIB
Penulis: Zainal Hasan | Editor: Lanjar Wiratri
© Istimewa/Dok. Pribadi
Menpora Imam Nahrawi saat di asrama haji Surabaya, pulang menunaikan ibadah haji. Copyright: © Istimewa/Dok. Pribadi
Menpora Imam Nahrawi saat di asrama haji Surabaya, pulang menunaikan ibadah haji.

INDOSPORT.COM - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, angkat bicara terkait polemik antara Komisi Perlindungan Anak dan PB Djarum. Imam akan berusaha mencari solusi untuk masalah tersebut dengan mengkaji aspekk hukum mengenai eksploitasi anak yang dituding pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ke PB Djarum.

Seperti diketahui polemik terjadi antara KPAI dan PB Djarum. KPAI menuding PB Djarum telah melakukan ekploitasi terhadap anak-anak melalui audisi beasiswa yang mereka lakukan.

Tidak mau membuat perkara menjadi semakin besar, PB Djarum pun akhirnya mengambil langkah tegas kalau 2019 akan menjadi audisi beasiswa bulutangkis PB Djarum yang terakhir.

Bahkan dengan situasi ini membuat gemuruh di jagat media sosial. Bahkan permasalahan KPAI dan PB Djarum menjadi trending pembicaraan di media sosial.

Terkait situai ini Menpora Imam Nahrawi memberikan tanggapan. Namun Imam masih menunggu kajian lengkap bidang hukum akan akar permasalahan ini.

"Saya masih menunggu kajian bidang hukum. Tapi saya pribadi melihat kalau itu ada eksploitasi menyangkut penyalagunaan zat adiktif harus diketahui kepolisian dan kementerian kesehatan sudah bergerak. Tapi selama ini kan didiamkan saja," ucap Imam ketika ditemui di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
 
Imam menambahkan ia mengaku belum bertemu dengan KPAI terkait hal ini. Menteri asal Bangkalan ini ingin KPAI memberikan solusi bila nantinya ajang audisi Djarum berhenti.

"Belum pernah saya ketemu langsung dengan KPAI tidak tahu kalau staf saya," beber Imam.

Tapi kalau dilarang KPAI harusnya memberikan solusi. Mencarikan sponsor pengganti. Kita sebagai pembulina olahraga butuh sponsor untuk itu, sementara ada swasta mau," tutupnya.
 

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
50%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
50%