Juara WJC 2019, Leo Carnando/Daniel Marthin Singgung Peran Penting PB Djarum

Senin, 14 Oktober 2019 17:29 WIB
Penulis: Fuad Noor Rahardyan | Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
© pbdjarum.org
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mengungkapkan peran penting PB Djarum dalam kariernya setelah menjuarai WJC 2019. Copyright: © pbdjarum.org
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mengungkapkan peran penting PB Djarum dalam kariernya setelah menjuarai WJC 2019.

INDOSPORT.COM – Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin keluar sebagai juara ganda putra Kejuaran Dunia Badminton Junior 2019 pada Minggu (13/10/19). Atlet masa depan Indonesia ini kemudian mengungkapkan peran penting PB Djarum dalam kariernya.

“Saya berterima kasih kepada PB Djarum yang sudah membesarkan kami, khususnya pelatih Ade Lukas yang memasangkan kami sejak kecil dan ingin kami menjadi juara dunia junior. Sekarang, cita-citanya sudah tercapai,” ucap Daniel dilansir dari Badminton Indonesia.

“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pelatih David Pohan, Thomas Indratjaja, dan semua pelatih di Pelatnas. Tak lupa, saya juga bersyukur kepada Tuhan. Tanpa-Nya, ini semua tidak akan bisa terjadi,” lanjut Daniel.

Dalam partai final tersebut, Leo/Daniel mengalahkan musuh bebuyutannya dari China, Di Zi Jian/Wang Chan, dengan skor 21-19, 21-18. Dalam partai final ini, Leo Carnando mampu mengatasi tekanan setelah sebelumnya kalah di final ganda campuran.

“Saya sempat ragu dan tegang. Masa sih masuk ke final dua nomor tapi tidak ada yang menang? Akhirnya, saya merasa senang sekali bisa juara karena Indonesia sudah lama tidak dapat gelar ganda putra di Kejuaraan Dunia Junior,” ujar Leo.

“Mengenai lawan, kami sudah pernah saling bertemu sebelumnya. Sudah sama-sama tahu permainan masing-masing. Mereka bermain cepat dan mengandalkan drive. Kami sudah mengantisipasi hal tersebut sejak awal,” lanjut Leo.

Setelah berada di podium, Leo/Daniel pun merayakannya dengan cara unik. Keduanya berpose dengan menggunakan seragam PB Djarum. Keduanya sendiri satu-satunya wakil Indonesia yang juara setelah Leo/Indah dan Febriana/Amalia kalah di partai puncak.