Kasus Pengaturan Skor dan Dihukum, Kisah Kontroversial Musuh Taufik Hidayat di Final French Open

Selasa, 22 Oktober 2019 20:30 WIB
Penulis: Shella Aisiyah Diva | Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
© Lars Ronbog / FrontZoneSport via Getty Images
Siapa sangka kalau musuh Taufik Hidayat di final French Open 2010, yakni Joachim Persson kini harus menjalani hukum berat dari BWF? Copyright: © Lars Ronbog / FrontZoneSport via Getty Images
Siapa sangka kalau musuh Taufik Hidayat di final French Open 2010, yakni Joachim Persson kini harus menjalani hukum berat dari BWF?

INDOSPORT.COM - Siapa sangka kalau musuh Taufik Hidayat di final French Open 2010, yakni Joachim Persson kini harus menjalani hukum berat dari BWF lantaran kasus pengaturan skor?

Joachim merupakan pebulutangkis Denmark kelahiran 23 Mei 1983 yang bermain di sektor tunggal putra. Pencapaian fantastisnya terjadi di final Denmark Open 2008 dan French Open 2010, dimana ia sukses menjadi runner-up.

Di final Denmark Open 2008, ia kalah dari rekan sekomptriotnya, Peter Gade, sedangkan di final French Open 2010, ia kalah dari legenda Indonesia, Taufik Hidayat.

Joachim kalah dari Taufik dalam pertandingan straight games dengan skor akhir 16-21, 11-21 pada 7 November 2010 sekaligus membuat legenda Indonesia tersebut memastikan gelar perdananya di kota Paris.

Namun belum lama ini, Joachim dinyatakan bersalah oleh Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) atas pelanggaran yang dilakukannya terkait taruhan dan juga pengaturan pertandingan seperti dilansir dari situs olahraga thehindu.com.

Mantan pemain nomor 6 dunia tersebut dinyatakan melanggar empat pelanggaran kode etik yang terkait dengan taruhan dan hasil pertandingan.

Joachim yang dianggap tidak kooperatif selama menjalani pemeriksaan dan investigasi oleh BWF diharuskan membayar denda sebesar 4500 dollar AS atau setara Rp63 juta.

Tak hanya itu, pebulutangkis 36 tahun tersebut juga dihukum larangan bermain selama 20 dan 15 tahun berturut-turut setelah dinyatakan melakukan korupsi dan terlibat dalam pengaturan pertandingan.