Sun Fei Xiang, Masa Depan China dan Pemupus Harapan Indonesia

Sabtu, 2 November 2019 15:38 WIB
Penulis: Arief Tirtana | Editor: Yohanes Ishak
© www.badzine.net
Sun Feixiang pebulutangkis China Copyright: © www.badzine.net
Sun Feixiang pebulutangkis China

INDOSPORT.COM - Sun Fei Xiang, pebulutangkis muda China berhasil mencuat sebagai satu-satunya pemain non unggulan di semifinal tunggal putra Macau Open 2019.

Sukses menembus babak semifinal Macau Open 2019, membuat Sun Fei Xiang sejajar dengan pebulutangkis unggulan seperti Shi Yuqi, Kantaphon Wangcharoen dan Sitthikom Thammasin.

Bagus buat pebulutangkis peringkat 41 dunia itu, lolosnya ia ke babak semifinal justru meninggalkan luka buat Indonesia. Karena sebelum ke final, Sun Fei Xiang mengandaskan satu wakil tersisa Indonesia di sektor tunggal putra, Chico Aura Dwi Wardoyo.

Sun Fei Xiang mengalahkan Chico Aura Dwi Wardoyo dalam pertandingan dua set langsung 21-10 dan 21-17, sehingga pupus sudah harapan Indonesia untuk mendapatkan gelar juara sektor tunggal putra Macau Open 2019.

Masa Depan China

Jika meilihat capaian prestasinya di beberapa turnamen terakhir, munculnya Sun Fei Xiang ke babak semifinal Macau Open 2019 bisa dirasakan sebagai hal yang tak mengejutkan.

Di dua turnamen terakhir saja misalnya, Sun Fei Xiang selalu mampu menembus partai final. Di Indonesia Master 2019, Sun Fei Xiang berhasil ke final dan keluar sebagai juara dengan mengalahkan Tanongsak Saensomboonsuk.

Sementara sebelumnya di Vietnam Open, Sun Fei Xiang ke final meski akhirnya kandas dari Sourabh Verma dalam pertandingan sengit tiga set.

Namun dengan dua catatannya tersebut, sudah sangat layak rasanya jika Sun Fei Xiang ditahbiskan sebagai pebulutangkis masa depan Negeri Tirai bambu, China.

Di usia menginjak 21 tahun, Sun Fei Xiang bisa sejajar dengan seniornya Shi Yuqi yang terpaut dua tahun lebih tua. Keduanya di tahun 2019 ini sama-sama telah memperoleh satu gelar juara. Sun Fei Xiang di Indonesia Master, Shi Yuqi di Swiss Open.

Buat Sun Fei Xiang capaiannya di Macau Open 2019 juga dua turnamen sebelumnya juga semakin spesial setelah di tahun 2018 lalu tak meraih satupun gelar juara.

Capaiannya di tahun 2019 ini juga seakan menjadi pembuktian bahwa kualitasnya sebagai juara dunia junior tahun 2016, bisa diharapkan oleh China untuk terus bersaing di percaturan bulutangkis dunia.