In-depth

Carolina Marin, dari Cedera Menakutkan hingga Target Kembali Jadi Juara 1 Dunia

Sabtu, 11 Januari 2020 10:30 WIB
Editor: Matheus Elmerio Giovanni
© twitter@LaLiga4Sports
Dari kompetisi Malaysia Masters 2020 terdapat kejutan yaitu kebangkitan yang ditunjukkan Carolina Marin, atlet bulutangkis Spanyol yang sempat alami cedera menakutkan tahun lalu. Copyright: © twitter@LaLiga4Sports
Dari kompetisi Malaysia Masters 2020 terdapat kejutan yaitu kebangkitan yang ditunjukkan Carolina Marin, atlet bulutangkis Spanyol yang sempat alami cedera menakutkan tahun lalu.

INDOSPORT.COM - Dari kompetisi Malaysia Masters 2020 terdapat kejutan yaitu kebangkitan yang ditunjukkan Carolina Marin, atlet bulutangkis Spanyol yang sempat alami cedera menakutkan tahun lalu.

Carolina Marin menjadi satu-satunya wakil Spanyol, meski bukan berstatus unggulan dia merupakan tunggal putri yang pantas diharapkan untuk meraih gelar juara di Malaysia Masters 2020.

Pernah dibekap cedera saat tampil di Indonesia Masters 2019 pada awal tahun, dan kini sukses menembus semifinal Malaysia Masters 2020, cukup menjadi bukti bahwa Carolina Marin memang punya target kembali menjadi juara 1 dunia.

Ya, bagi sebagian para pecinta bulutangkis, nama Carolina Marin memang tak begitu asing. Karena memang dia pernah menempati urutan pertama ranking dunia untuk nomor tunggal putri bulutangkis.

Terakhir kali Carolina menjadi juara 1 dunia untuk nomor tunggal putri bulutangkis adalah pada tanggal 24 November 2016 lalu. Dia mulai turun usai kalah di round 3 pada Dubai World Superseries Finals 2016.

Cedera Menakutkan untuk Semua Atlet

Sempat konsisten di urutan ke-2 ranking BWF, Carolina Marin mengalami musibah yang paling ditakutkan oleh semua atlet di dunia. Yaitu cedera ACL saat tampil di Indonesia Masters 2019 kemarin.

Padahal Carolina Marin sukses menembus final Indonesia Masters 2019 yang berlangsung akhir bulan Januari. Ia selangkah lagi meraih juara andai bisa mangalahkan Saina Nehwal dari India.

Akan tetapi, Marin terpaksa mengakhiri pertandingan dengan tangisan yang mendalam akibat cedera yang didapat di awal set pertama.

Sejatinya, Marin sempat unggul jauh 10-4. Namun, apa daya cedera hebat menghentikan perjuangannya hingga terduduk lesu dan meneteskan air mata.

Dalam wawancara bersama BadmintonwoldTV, ia mengaku bukan hasil pertandingan yang membuatnya menangis, melainkan cedera seriusnya.

"Dengan berat hati, saya harus mundur dan saat itu saya tak kuat lagi menahan isak tangis. Saya pikir ini hanya cedera biasa, ternyata cukup serius dan membutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama," ungkap Marin.

Benar saja, Marin baru bisa kembali tampil pada Vietnam Open 2019 dengan kelas BWF Tour Super 100 yang dihelat pada tanggal 10 - 15 September lalu. Melihat kelas turnamen Vietnam Open, nampaknya Marin memang tak ingin langsung terjun ke turnamen kelas tinggi.

Tapi yang namanya baru pulih dari cedera mematikan, Marin ternyata benar-benar tak bisa berkata banyak. Di Vietnam Open tahun lalu, dia langsung tersingkir di putaran 32 besar oleh wakil Thailand, Supanida Katethong.

Aksi Carolina Marin Usai Cedera ACL

© twitter@LaLiga4Sports
Carolina Marin Copyright: twitter@LaLiga4SportsAksi Carolina Marin Usai Cedera ACL

Tapi dia hanya terpuruk di satu kompetisi saja, dan langsung membuktikan dirinya sudah benar-benar kembali saat tampil di China Open 2019 pada tanggal 17-22 September 2019 lalu.

Carolina Marin melesat dengan mulus ke babak final dan memastikan gelar juara China Open 2019. Dia mengalahkan sejumlah pebulutangkis unggulan dari berbagai negara.

Sebut saja unggulan tunggal putri Jepang, Nozomi Okuhara, dari China ada He Bing Jiao, dan terakhir di babak final mengalahkan wakil Chinese Taipei, Tai Tzu Ying yang saat ini ada di urutan ke-2 ranking BWF.

"Saya hanya ingin melupakan cedera saya dan tampil bagus seperti semula. Saya mencoba untuk mendapatkan atmosfer bermain lagi di kompetisi. Inilah yang saya lakukan ketika kembali," ucap Carolina.

Setelah China Open 2019, Carolina Marin kembali menunjukkan kualitas permainannya dengan melaju hingga babak semifinal. Sayang, dia tersingkir oleh Nozomi Okuhara, yang memang unggulan tunggal putri bulutangkis Jepang.

Pada French Open 2019, Carolina Marin malah bisa melaju hingga ke babak final. Dia berhasil membalaskan dendam pada Okuhara di babak 16 besar dan melaju ke perempatfinal.

Dia juga sukses menyingkirkan para pebulutangkis tunggal putri yang ada di 10 besar dunia, seperti Ratchanok Intanon dan Tai Tzu Ying untuk memastikan satu tempat di babak final French Open 2019.

Namun Carolina Marin harus mengakui kekalahan dalam 3 set dari wakil Korea Selatan, An Se Young dengan skor 21-16, 18-21, 5-21. Kalah telak di set ketiga, tentu membuat banyak orang terkejut, karena itu adalah Carolina Marin.

Perjalanan Carolina Marin usai pulih dari cedera ACL makin menurun dengan tersingkirnya dia di babak 32 besar Fuzhou China Open 2019. Dia langsung bertemu unggulan ke-2 dunia dari Chinese Taipei, Tai Tzu Ying.

Hal serupa juga terjadi, yaitu tersingkir di babak 32 besar Korea Masters 2019 saat menghadapi wakil tuan rumah, Kim Hyo Min. Tapi Carolina bangkit di dua turnamen terakhir yang dia ikuti di tahun 2019.

Kebangkitan dan Target Kembali Juara 1 Dunia

Dua turnamen terakhir yang diikuti oleh Carolina Marin di tahun 2019 lalu berhasil diakhiri dengan gelar juara. Carolina Marin sukses menutup tahun dengan dua gelar juara berturut-turut, di Italia International dan Syed Modi International.

Berlanjut pada kompetisi perdana BWF World Tour, yakni Malaysia Masters 2020. Carolina tampil sangat dominan dengan kini akan segera menjalani laga semifinal menghadapi Chen Yu Fei, pebulutangkis nomor 1 ranking BWF.

Untuk melaju ke babak final, Carolina juga sudah menyingkirkan beberapa pebulutangkis unggulan antara lain adalah Akane Yamaguchi di babak 32 besar Malaysia Masters 2020.

Dia juga sukses dengan dua set langsung menang atas rivalnya asal India, Saina Nehwal. Saat ini, Saina berada tepat satu peringkat di bawah posisi Carolina di ranking BWF.

Jika memang berhasil menjadi juara Malaysia Masters 2020, tentu ini akan jadi awal tahun yang sempurna untuk Carolina yang tahun lalu mendapatkan cedera ACL, sebuah musibah yang ditakutkan oleh semua atlet di seluruh dunia.

Mengawali tahun dengan menjuarai Malaysia Masters 2020, juga membuat Carolina berpotensi naik peringkat. Dan jika memang konsisten dengan penampilan seperti ini, besar kemungkinan dia bisa kembali ke posisi 1 ranking BWF di pertengahan tahun 2020.