Penerus Anthony Ginting Ternyata Idolai Kento Momota

Sabtu, 4 April 2020 17:09 WIB
Editor: Arum Kusuma Dewi
© BADMINTON INDONESIA
Pebulutangkis tunggal putra, Bobby Setiabudi. Copyright: © BADMINTON INDONESIA
Pebulutangkis tunggal putra, Bobby Setiabudi.

INDOSPORT.COM - Pebulutangkis muda tunggal putra pelatnas PBSI Bobby Setiabudi, kini tidak lagi turun di level taruna melainkan naik ke level dewasa.

Pebulutangkis binaan PB Djarum tersebut saat ini berada di peringkat 380 rangking dunia BWF. Berbicara soal menjadi pebulutangkis di sektor tunggal putra, Bobby rupanya mengidolakan pebulutangkis peringkat pertama asal Jepang, Kento Momota.

Bobby pun menceritakan alasan kenapa ia mengidolakan sosok Kento Momota itu. 

"Ya, soalnya sekarang ini yang paling konsisten itu dia (Kento Momota) ya dan dari mulai dia kena kasus di Jepang terus diskors sampai sekarang bisa konsisten itu yang bisa buat contoh dari Kento," tutur Bobby, dikutip dari laman resmi PB Djarum.

"Semangatnya luar biasa dan dia main dalam situasi gimana tetap fokus dan nggak pernah lengah, konsisten terus," ucap pebulutangkis kelahiran Situbondo itu.

Tak hanya pernah sekadar foto bersama dengan sang idola, tetapi Bobby juga menyaksikan secara langsung sosok sang idolanya saat sedang beraksi langsung di lapangan.

"Ya, tahun 2019 lalu saya nonton langsung aksi Kento, saat dia bertanding di Istora Senayan," ungkap Bobby.

Diakui oleh Bobby, kala melihat aksi sang idola secara langsung sangat memukau. Ia juga kagum dengan skill pertahanan Momota.

"Ya, cara mainnya Kento itu enak ditonton. Defend-nya rapat serta jarang banget ngelakuin kesalahan sendiri dan akurasi pukulannya luar biasa ya. Dalam buangan bolanya sama dia itu sabar banget mainnya," tutup penerus Anthony Ginting di sektor tunggal putra tersebut.

Penulis: Hafiz Rizky Pratama

IDS Emoticon Suka
Suka
20%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
80%