Paulus Pesurnay, Pelatih yang Bawa Hendrawan Tumbangkan Taufik Hidayat

Jumat, 15 Mei 2020 19:29 WIB
Penulis: Subhan Wirawan | Editor: Ivan Reinhard Manurung
© Badmintonphoto.com
Paulus Pesurnay, Pelatih yang Bawa Hendrawan Tumbangkan Taufik Hidayat Copyright: © Badmintonphoto.com
Paulus Pesurnay, Pelatih yang Bawa Hendrawan Tumbangkan Taufik Hidayat

INDOSPORT.COM - Mengenal sosok Paulus Pesurnay, salah satu pelatih badminton Indonesia yang menempa Hendrawan hingga sukses tumbangkan Taufik Hidayat.

Indonesia sendiri selama berdekade-dekade merupakan salah satu kekuatan besar bulutangkis dunia. Tak hanya memiliki pemain-pemain terbaik dunia, Indonesia juga kerap melahirkan pelatih-pelatih hebat. 

Para pelatih ini dahulunya merupakan mantan pemain yang juga berprestasi. Sinergi antara pemain berbakat dan pelatih hebat pun sukses menjaga tradisi bulutangkis Indonesia.

Christian Hadinata merupakan salah satu contoh sukses seorang mantan pemain yang berkarier di dunia kepelatihan. Sejumlah atlet berhasil ia kembangkan menjadi andalan Indonesia, seperti Ricky Subagja/Rexy Mainaky yang ia bimbing hingga meraih emas Olimpiade Atlanta 1996. 

Selain Christian Hadinata, ada satu lagi pelatih berpengalaman dan berhasil melahirkan beberapa pebulutangkis handal Tanah Air yakni Paulus Pesurnay.

Salah satu pebulutangkis yang berhasil ia bawa meraih gelar juara adalah Hendrawan, tunggal putra yang menjadi juara Dunia Badminton pada tahun 2001.

Ada segelintir drama saat Paulus Pesurnay membawa Hendrawan menjadi juara dunia sembilan belas tahun silam. Tepatnya pada babak semifinal, saat Hendrawan bertemu dengan Taufik Hidayat, rekan satu Pelatnas sekaligus tunggal putra yang belum pernah dikalahkan di laga resmi.

Berbekal rekor negatif tersebut, Taufik Hidayat diprediksi bakal meraih kemenangan mudah atas Hendrawan. Apalagi setelah melihat gim pertama yang dimenangkan sang yunior lewat skor 11-15.

Namun lewat wejangan Paulus Pesurnay semasa rehat, Hendrawan akhirnya bangkit dan menutup gim kedua dengan kemenangan 15-5, sekaligus membuka asa melangkah ke partai final.

Berada di atas angin, Hendrawan sempat mengimbangi permainan cepat dan smash Taufik Hidayat. Namun pukulan terarah Taufik berhasil membuatnya unggul hingga 1-7, sayang cedera kaki yang ia derita mengharuskan sang Golden Boy mengakhiri pertandingan lebih cepat.

Hendrawan pun dipastikan meraih kemenangan, sekaligus melangkah ke partai final. Meski terasa tidak adil, namun menurut pelatih Paulus Pesurnay, kemenangan yang diraih Hendrawan sangat bisa diterima walau dengan cara WO sang lawan.

Bagi mantan atlet tahun 1967 tersebut, kondisi fisik yang prima juga menjadi salah satu faktor penting bagi seorang atlet untuk bisa meraih gelar juara. Sehingga ia menganggap, fisik Hendrawan yang bisa bertahan lebih lama ketimbang Taufik merupakan faktor kemenangan yang tidak boleh dianggap sebelah mata.

Dalam sebuah acara di Hotel Sahid Kota Jayapura pada Rabu, 20 Maret 2019 silam, pelatih yang juga mantan pelari nasional ini selalu berpesan agar para atlet Indonesia harus bisa menjaga kondisi fisiknya, bahkan menyeru untuk tidak bosan melatih kekuatan tubuh mereka kapan dan di mana saja.

“Saya sudah usia 78 tahun. Sebagai mantan atlet nasional sampai sekarang saya secara rutin tiap pagi melakukan olahraga ringan. Usia 78 tahun bukan menjadi alasan buat saya untuk tidak olahraga,” kata Paulus Pesurnay.

Tempaan fisik yang dilakukan Paulus Pesurnay, tampaknya berbuah masih buat Hendrawan di mana dirinya semasa aktif berhasil meraih sejumlah gelar juara. Selain Kejuaraan Dunia, dirinya juga menjadi penentu kemenangan Indonesia di ajang Thomas Cup 2002.