Indonesia dan Jepang Diklaim Buat China Sulit Pertahankan Gelar Piala Thomas

Selasa, 4 Agustus 2020 20:52 WIB
Penulis: Shella Aisiyah Diva | Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
© Humas PBSI
Media China mengklaim perkembangan pesat tim bulutangkis Indonesia dan Jepang membuat wakilnya sulit pertahankan gelar Piala Thomas 2020. Copyright: © Humas PBSI
Media China mengklaim perkembangan pesat tim bulutangkis Indonesia dan Jepang membuat wakilnya sulit pertahankan gelar Piala Thomas 2020.

INDOSPORT.COM - Media China mengklaim perkembangan pesat tim bulutangkis Indonesia dan Jepang membuat wakilnya sulit pertahankan gelar Piala Thomas 2020.

Piala Thomas 2020 akan digelar mulai 3-11 Oktober mendatang di Aarhus, Denmark, dan pengundian grup telah dilakukan oleh Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) pada Senin (03/08/20) kemarin.

Berdasarkan hasil drawing yang dilakukan oleh BWF, tim bulutangkis China, Indonesia dan Jepang menempati grup yang berbeda. Tim bulutangkis China diketahui menempati grup B bersama Chinese Taipei, Jerman dan Aljazair.

Kemudian, tim bulutangkis Indonesia menempati grup A bersama dengan Malaysia, Belanda dan Inggris. Sedangkan, tim bulutangkis Jepang menempati grup D bersama dengan Korea Selatan, Thailand dan Kanada di Piala Thomas 2020.

Pada edisi Piala Thomas 2018 lalu, tim bulutangkis China berhasl keluar sebagai Juara setelah mengalahkan tim bulutangkis Jepang dengan skor 3-1 di partai final. Sebelum keluar sebagai juara di Piala Thomas 2018 lalu, tim bulutangkis China berhasil mengalahkan Indonesia di semifinal juga dengan skor yang sama 3-1.

Tetapi itu adalah dua tahun yang lalu, dan sekarang terjadi pergeseran dominasi yang signifikan. Tim bulutangkis China mengalami pergeseran di sektor tunggal dan ganda putra, sedangkan Jepang dan Indonesia mengalami hal sebaliknya.

Tim bulutangkis Jepang diketahui saat ini memiliki kekuatan di sektor tunggal putra, di mana mereka memiliki Kento Momota, lalu di sektor ganda putra, tim bulutangkis Negeri Sakura memiliki pasangan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda serta Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.

Sementara tim bulutangkis Indonesia memiliki kekuatan yang merata baik di sektor tunggal maupun ganda putra. Di sektor tunggal putra, tim bulutangkis Tanah Air memiliki Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie.

Sedangkan di ganda putra, kekuatan tim bulutangkis Indonesia bisa dibilang merata, setidaknya terdapat tiga pasangan yakni Kevin Sanjaya/Marcus Gideon, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawann serta Fajar Alfian/M.Rian Ardianto.

Berbeda dengan tim bulutangkis China yang saat ini sedang mengalami penurunan di dua sektor tersebut. Seperti di sektor tunggal putra, baik Chen Long maupun Shi Yuqi sedang mengalami penurunan. Kemudian, di sektor ganda putra, hanya ada pasangan Li Junhui/Liu Yuchen yang masih bertahan di peringkat 10 besar dunia.

Itulah mengapa sangat wajar, jika media China, Sports Sina menyebut jika perkembangan pesat bulutangkis Jepang dan Indonesia akan membuat jalan wakilnya untuk mempertahankan trofi di gelaran Piala Thomas tahun 2020 ini akan sangat berliku.

Setidaknya, setelah hasil drawing memisahkan China, Jepang dan Indonesia di grup yang berbeda, bentrokan besar paling tidak baru akan terjadi paling tidak antara perempatfinal atau semifinal dan mungkn saja di final Piala Thomas 2020 pada Oktober mendatang.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
100%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%