Tentukan Ketum Baru, PP PBSI Gelar Munas Tanggal 5-6 November

Selasa, 13 Oktober 2020 13:23 WIB
Penulis: Ade Gusti | Editor:
© indosport
Logo PBSI Copyright: © indosport
Logo PBSI

INDOSPORT.COM – Asosiasi Bulutangkis Indonesia (PP PBSI) akan menggelar musyawarah nasional (munas) menyusul berakhirnya kepengurusan masa bakti 2016-2020.

Munas PBSI sendiri sudah ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga asosiasi bulutangkis tertinggi di tanah air tersebut.

Ini merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi di tubuh PBSI, yang mana salah satu agendannya adalah memilih ketua umum PP PBSI.

Dalam penyenggarakan Munas 2020-2024 kali ini, Pengurus  Prvinsi PBSI Banten ditunjuk sebagai tuan rumahnya. Acara ini bakal berlangsung di Hotel JHL Hotel, Serpong, Tangerang, selama dua hari pada tanggal 5-6 November 2020.

Sejauh ini, PBSI sudah melakukan persiapan tahap awal seperti menyusun kepanitian, kepanitiaan steering committee, organizing committee maupun Tim Penjaringan. Tim Penjaringan merupakan tim khusus yang diberi tugas untuk proses seleksi bakal calon ketua umum.

Selain menentukan calon ketua umum, agenda Munas PBSI ini mencakup agenda penyempurnaan AD/ART. Draft dan konsep-konsep penyempurnaan AD/ART sudah rampung disusun oleh tim pokja penyempurnaan AD/ART dan siap diangkat ke fokum Munas.

“PP PBSI telah melakukan sejumlah persiapan awal menuju Munas dalam membentuk kepanitiaan dan tim Penjaringan. Kami juga telah menyiapkan draft penyempurnaan AD/ART yang akan dibahas di Munas,” kata Achmad Budiarto selaku Sekretaris Jenderal PP PBSI seperti dilansir situs resmi PBSI.

Diketahui, perubahan AD/ART dilakukan untuk menyempurnakan konstitusi tertinggi di PBSI. misalnya aturan-aturan yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman, dapat diperbaharui atau ditambahkan.

Sementara itu, Ketua Tim Penjaringan Munas PBSI 2020-2024, Edi Sukarno, mengatakan bahwa timnya telah melakukan tahapan-tahapan proses penjaringan diantaranya sosialisasi kepada pengurus provinsi (pengprov) sebagai pemilik suara dalam pemilihan ketua umum.

"Kami telah mengirim surat edaran ke seluruh pengprov untuk memberitahunn bahwa mereka punya hak suara. Bagian sosialiasi selanjutnya adalah kepada masyarakat melalui media. Masyarakat yang berminat silahkan mencalonkan diri, tetapi berminat saja tidak cukup, harus ada dukungan dari pengprov," jelas Edi.

Setelah sosialisasi, tahap selanjutnya bakal calon ketua umum dapat mengambil formulir pendaftaran. Usai pengembalian formulir dan berbagai persyaratan yang telah ditetapkan, tim Penjaringan akan melakukan proses verifikasi persyaratan hingga akhirnya bisa mengumumkan siapa calon ketua umum yang akan bersaing di Munas.

Terdapat sederet nama yang sudah mengemuka sebagai calon ketum baru PP PBSI sejauh ini. Nama-nama tersebut, di antaranya Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Ketua Pengprov PP PBSI Banten Ari Wibowo dan Ketua PBK RI Agung Firman Sampurna.