Juara All England Angkat Suara Soal Perubahan Sistem Skor yang Diusung BWF

Selasa, 6 April 2021 18:46 WIB
Penulis: Shella Aisiyah Diva | Editor:
© Badminton Photo
Juara All England 2021 asal Malaysia yakni Lee Zii Jia angkat suara soal perubahan sistem skor yang diusung oleh Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). Copyright: © Badminton Photo
Juara All England 2021 asal Malaysia yakni Lee Zii Jia angkat suara soal perubahan sistem skor yang diusung oleh Federasi Bulutangkis Dunia (BWF).

INDOSPORT.COM - Juara All England 2021 asal Malaysia yakni Lee Zii Jia angkat suara soal perubahan sistem skor yang diusung oleh Federasi Bulutangkis Dunia (BWF).

BWF diketahui akan kembali membahas sistem poin 11 x 5 saat Rapat Umum Tahunan (RUPS) BWF yang ke-82 pada 22 Mei 2021 secara virtual, setelah dua pertemuan sebelumnya yakni RUPS tahun 2020 dan Rapat Umum Luar Biasa yang digelar pada Januari lalu.

Dalam agenda RUPS ke-82 kali ini, BWF juga akan membahas proposal yang berkaitan dengan sistem skor baru yang akan menampilkan permainan 11 poin dengan 5 gim.

Disebut oleh BWF, usulan perubahan skor datang dari PBSI dan Asosiasi Bulutangkis Maladewa yang sudah didukung oleh Konfederasi Bulutangkis Asia. Perihal perubahan sistem skor memang sudah pernah dibahas sebelumnya.

Sebelumnya, pebulutangkis tunggal putra Denmark yakni Viktor Axelsen memberikan reaksinya. Menurut runner-up All England 2021, pemain tidak memiliki posisi yang kuat di bulutangkis, dan jika ingin menolak perubahan yang direncanakan oleh BWF tersebut maka seluruh pemain harus bersatu padu.

"Kami sebagai pemain sangat lemah dalam olahraga ini. Para pemain harus lebih kuat, dan kami harus bersatu padu dan menuntut suara dalam reformasi sistem 11 poin dan hal-hal lain.

Sekarang atlet harus mengikuti Asosiasi, tidak peduli apapun yang mereka lakukan. Tidak mungkin bagi kami para pemain untuk memilih keputusan besar terkait reformasi sistem penilaian ini.

Bahkan hadiah uang dalam kompetisi internasional pertama kali dikeluarkan oleh BWF ke Asosiasi dan kemudian baru ke pemain. Ini tidak benar.  Asosiasi terlalu memiliki banyak kekuasaan. Menurut saya, ini salah!

Termasuk saya, saya yakin semua pemain sangat bersyukur atas apa yang sudah dilakukan Asosiasi, tetapi sekarang waktunya untuk kita bekerja sama untuk kemajuan olahraga bulutangkis. Hanya cara inilah, masa depan bulutangkis bisa jadi lebih baik.

Tentu saja, ini hanya pendapat pribadi saya," tulis Viktor Axelsen dalam instagram story-nya.