Kenang Markis Kido, Legenda China Ngaku Sering Diajari Bahasa Indonesia

Rabu, 23 Juni 2021 15:22 WIB
Penulis: Ade Gusti | Editor:
© Visual China Group via Getty Images/Visual China Group via Getty Images
Ganda putra China, Cai Yun/Fu Haifeng. Copyright: © Visual China Group via Getty Images/Visual China Group via Getty Images
Ganda putra China, Cai Yun/Fu Haifeng.

INDOSPORT.COM – Legenda bulutangkis China, Cai Yun dan Fu Haifeng, mengenang mendiang Markis Kido yang pernah mengajari mereka bahasa Indonesia.

Diketahui sebelumnya, Markis Kido menghembuskan nafas terakhirnya pada 14 Juni 2021. Dirinya meninggal dunia akibat serangan jantung saat bermain bulutangkis bersama rekan-rekannya.

Kepergiannya membuat semua orang terkejut sekaligus terpukul, tak terkecuali mantan musuhnya di lapangan Cai Yun dan Fu Haifeng yang dilantik sebagai Hall of Fame BWF  hanya dua hari setelah Kido meninggal.

Di balik rivalitas sengitnya di lapangan bulutangkis, Cai/Fu ternyata memiliki kenangan manis dengan Markis Kido yang kala itu bermitra dengan Hendra Setiawan.

“Dia adalah rival lama, kami bertemu di final Olimpiade 2008. Dia adalah pemain yang bagus, luar biasa. Mantan juara Olimpiade dengan keterampulan yang luar biasa,” kata Cai Yun dilansir dari laman resmi BWF.

Di mata Cai Yun, Markis Kido adalah pemain yang murah senyum dan tidak sombong sama sekali. Dia pun mengaku sangat sedih mendengar salah satu pemain yang punya nilai sportivitas yang baik di lapangan itu.

“Saya merasa sangat sedih secara pribadi, meskipun kami dulunya adalah lawan, kami sangat menghormati satu sama lain. Saya ingin menyampaikan belasungkawa saya kepada keluarganya dan berharap mereka tetap kuat di saat kesedihan ini,” lanjutnya.

Lain halnya dengan Cai Yun, Fu Haifeng menilai keganasan Markis Kido di lapangan bertolak belakang dengan kepribadiannya di luar lapangan.

“Saya merasa Kido memiliki kepribadian yang berbeda di dalam dan di luar lapangan. Saya bermain melawannya berkali-kali dan dia seperti meriam di lapangan, sangat mendominasi dan agresif. Ia mewakili gaya permainan ganda putra khas Indonesia,” ujar Fu Haifeng.

Fu Haifeng bahkan pernah diajari beberapa kata dalam bahasa Indonesia ketika dirinya bercengkerama dengan Kido di luar lapangan.

“Di luar lapangan, setiap kali saya menyapanya, saya merasa dia sangat pemalu. Terkadang saya menggodanya dan mengatakan kepadanya dalam bahasa “makan”, yang artinya makan. Dia akan menjawab: "Tidak, saya (nanti) gemuk". Ketika saya mendengar kematiannya, saya sangat sedih.”

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%