Susah Move On dari Istora, Admin BWF Kangen Sorakan Khas Suporter Indonesia

Rabu, 27 Juli 2022 14:15 WIB
Penulis: Nadya Riska Nurlutfianti | Editor: Indra Citra Sena
© Herry Ibrahim/Indosport.com
Suasana Istora Senayan jelang Indonesia Masters 2022, Senin (06/06/22). Foto: Herry Ibrahim/Indosport.com Copyright: © Herry Ibrahim/Indosport.com
Suasana Istora Senayan jelang Indonesia Masters 2022, Senin (06/06/22). Foto: Herry Ibrahim/Indosport.com

INDOSPORT.COM – Sorak sorai khas suporter tanah air di Indonesia Masters dan Indonesia Open yang berlangsung di Istora Senayan membuat admin BWF merasa rindu dengan atmosfer tersebut.

Setelah lama dinanti, Istora Senayan akhirnya kembali menjadi tuan rumah untuk ajang Indonesia Masters (S500) dan Indonesia Open (S1000) sepanjang Juni lalu.

Dua turnamen bergengsi BWF World Tour tersebut langsung mendapatkan sambutan meriah dari para Badminton Lovers (BL), terutama supporter tuan rumah.

Bagaimana tidak, Istora Senayan selalu menyimpan tempat tersendiri di benak para atlet bulutangkis maupun penggemar.

Pasalnya, pertandingan yang berlangsung dilengkapi dengan antusiasme serta sorak sorai para penonton atau Badminton Lovers Indonesia yang dikenal ‘gila’ akan bulutangkis.

Maka tak heran jika pertandingan Indonesia Masters dan Indonesia Open kerap membuat para atlet, penggemar dan pihak lainnya susah move on.

Salah satunya ialah admin media sosial BWF, yang nampaknya sudah merindukan atmosfer dan keriuhan para supporter Indonesia di Istora Senayan.

Hal ini diketahui dari cuitan terbaru akun Twitter @bwfmedia, yang mengunggah kilas balik antusiasme yang luar biasa di Istora Senayan.

Cuitan tersebut berisi sebuah artikel berjudul ‘Return of Istora Fan Mania’, yang menyebutkan bahwa Istora Senayan menjadi tempat legendaris sejak Piala Thomas dan Uber 1961.

Selain itu, BWF menuliskan bagaimana para atlet merasa bahagia contohnya seperti An Se Young dan Loh Kean Yew karena mendapatkan suntikan semangat yang luar biasa dari penggemar di Istora Senayan.