Selalu Apes! Bukti Tim Bulutangkis Indonesia Kena Kutukan Kejuaraan Dunia di Denmark

Selasa, 29 Agustus 2023 18:02 WIB
Penulis: Serly Putri Jumbadi | Editor: Indra Citra Sena
© PBSI
Bukti tim bulutangkis Indonesia selalu apes bak kena kutukan di sepanjang sejarah Kejuaraan Dunia yang digelar di Copenhagen, Denmark. Copyright: © PBSI
Bukti tim bulutangkis Indonesia selalu apes bak kena kutukan di sepanjang sejarah Kejuaraan Dunia yang digelar di Copenhagen, Denmark.

INDOSPORT.COM - Bukti tim bulutangkis Indonesia selalu apes bak kena kutukan di sepanjang sejarah Kejuaraan Dunia yang digelar di Copenhagen, Denmark.

Diketahui, gelaran Kejuaraan Dunia 2023 baru saja selesai pada Minggu (27/8/23). Korea Selatan berhasil keluar sebagai juara umum dengan menyabet tiga gelar.

Sementara tim Indonesia sendiri mencatatkan hasil yang kurang positif dengan mengirim satu wakilnya di final yakni di sektor ganda putri, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti.

Sayangnya, Apriyani/Fadia gagal mempersembahkan medali emas usai ditaklukkan pasangan nomor satu ranking BWF asal China, Chen Qingchen/Jia Yifan.

Namun, ternyata ada fakta menarik di balik penyelenggaraan Kejuaraan Dunia di Copenhagen, Denmark tersebut. Ya, tim bulutangkis Indonesia selalu apes dalam lima edisi tersebut.

Kejuaraan Dunia sendiri sudah lima kali dihelat di Copenhagen, Denmark. Tepatnya pada edisi 1983, 1991, 1999, 2014 serta 2023.

Dari lima edisi tersebut, Indonesia hanya mampu meraih satu gelar saja yakni pada edisi 1983. Icuk Sugiarto berhasil meraih emas di sektor tunggal putra mengalahkan rekan senegara, Lim Swie King.

Sementara itu, Indonesia gagal mempersembahkan medali emas usai tunggal putra Alan Budikusuma dan tunggal putri Sarwendah Kusumawardhani takluk di final edisi 1991.

Catatan apes tim bulutangkis Indonesia terjadi di Kejuaraan Dunia 1999 usai tak ada satu pun wakil yang meraih medali. Sementara di 2014, hanya Tommy Sugiarto yang berhasil meraih medali perunggu.

Terakhir pada Kejuaraan Dunia 2023, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti kembali menjadi satu-satunya wakil tim Indonesia yang meraih medali.