x

Kutukan Juara All England di Olimpiade, Akankah Menimpa Praveen/Melati?

Kamis, 19 Maret 2020 17:02 WIB
Editor:
Terdapat satu kutukan di ajang Olimpiade bagi juara All England nomor ganda campuran, akankah mitos tersebut bakal menimpa Praveen/Melati tahun ini?

INDOSPORT.COM -  Terdapat satu kutukan di ajang Olimpiade bagi juara All England nomor ganda campuran, akankah mitos tersebut bakal menimpa Praveen/Melati tahun ini?

Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen/Melati sendiri berhasil meraih gelar juara All England 2020 setelah di partai final menumbangkan wakil Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Arena Birmingham tersebut, pasangan ganda campuran Praveen/Melati meraih kemenangan lewat rubber game dengan skor 15-21, 21-5, dan 8-21.

Baca Juga
Baca Juga

Berbekal gelar juara All England 2020, ganda campuran Praveen/Melati diprediksi bakal bersinar di event besar selanjutnya, yang terdekat tentu Olimpiade Tokyo bulan Juli mentang (jika sesuai jadwal).

Namun berstatus juara All England tidak pasti menjamin kemenangan buat Praveen/Melati, sebab sejarah mencatat bahwa ganda campuran yang juara di All England kerap bernasib sial di Olimpiade.

Beberapa nama besar ganda campuran peraih All England sebelumnya seperti Park Joo-bong/Ra Kyung-min (1996), Zheng Bo/Gao Ling (2008), hingga Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (2012) selalu gagal naik podium pertama Olimpiade.

Praveen Jordan sendiri pernah merasakan kutukan tersebut pada tahun 2016 lalu, tepatnya saat ia menjuarai All England 2016 bersama Debby Susanto. Di tahun yang sama, Praveen Jordan/Debby Susanto langsung tersingkir di babak pertama Olimpiade.

Praveen Jordan/Debby Susanto kalah dari rekan senegaranya, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir lewat dua set langsung dengan skor 21-16 dan 21-11.

Menariknya, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang menumbangkan sang juara All England malah melangkah mulus ke partai final dan akhirnya memperoleh emas usai mengalahkan wakil Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

Berbekal catatan tersebut, menarik dinanti kiprah Praveen/Melati di ajang Olimpiade 2020 mendatang. Akankah mitos unik ini dipatahkan wakil Indonesia? Atau malah tetap bertahan dan memakan korban baru nantinya.

Meski dihantui mitos, namun Praveen/Melati layak optimis apalagi keduanya baru saja dinobatkan sebagai pasangan ganda campuran asal Indonesia yang mampu menaklukan kompetisi Benua Biru.

Baca Juga
Baca Juga

Bagaimana tidak, dalam tiga ajang yang dimainkan di Benua Biru, Praveen/Melati selalu keluar sebagai juara. Sebelum menaklukkan All England 2020, Praveen/Melati lebih dulu menjadi juara di French Open 2019 lalu. 

Beberapa hari sebelumnya, Praveen/Melati juga berhasil menaklukkan tanah Denmark dengan menjadi juara di ajang Denmark Open 2019. Lagi-lagi, mereka mampu menumbangkan wakil China, yakni Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping.

Dengan rentetan kemenangan tersebut, Praveen/Melati tampaknya punya peluang besar untuk menjadi juara di ajang Olimpiade 2020 nanti.

OlimpiadePraveen JordanPraveen Jordan/Debby SusantoAll EnglandOlimpiade 2020Melati Daeva OctaviantiPraveen Jordan/Melati DaevaOlimpiade 2020 JepangBulutangkisBerita BulutangkisAll England 2020

Berita Terkini