x

Gregoria Mariska Ungkap Pengalaman Pertama Dilatih Indra Wijaya

Jumat, 10 Maret 2023 22:16 WIB
Penulis: Ammara Marthiara | Editor: Subhan Wirawan
Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska.

INDOSPORT.COM – Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, mengungkap pengalaman pertama dilatih Indra Wijaya.

All England 2023 menjadi kompetisi pertama Gregoria dkk bersama pelatih anyar badminton untuk sektor tunggal putri Indonesia itu.

Wanita kelahiran 1999 itu menjadi satu-satunya tunggal putri yang mewakili Indonesia di ajang All England 2023 yang mulai digelar pada Selasa, (14/03/23).

Mengingat tenggat waktu antara pelantikan Indra Wijaya dengan jadwal All England 2023 terbilang mepet, Gregoria menuturkan bahwa ia bersama sang pelatih anyar masih melakukan adaptasi.

“Sejauh ini mungkin dari aku dan coach Indra dan anak-anak lainnya pasti harus adaptasi karena biasanya beda pelatih beda style,” tutur Gregoria Mariska, Selasa (07/03/23), di PBSI Cipayung, Jakarta Timur.

Baca Juga

“Perbedaan program yang signifikan sih belum, tapi tambahan-tambahan, mungkin dua program terakhir,” sambungnya.

Soal bonding, Gregoria mensinyalir bahwa hal itu bukan jadi persoalan berat bagi ia dkk ataupun coach Indra sendiri.

Baca Juga

Sebab, fenomena pergantian pelatih ataupun anak didik sejatinya sudah bukan hal yang lumrah terjadi bagi mereka.

“Mungkin coach Indra juga profesional kan sebagai pelatih, jadi gak harus lama sih soal bonding ya. Makin lama makin akrab lah ya,” kata Gregoria.

Gregoria juga mengaku lega melihat Herli Djaenudin kini sudah memiliki rekan tandem dalam mendongkrak sektor tunggal putri Indonesia kedepannya.

“Ya seneng aja sih sekarang kak Herli udah ada yang bantuin. Coach Indra juga kan merupakan pelatih yang bagus,” ujar Gregoria Mariska.

Baca Juga

1. Tak Ingin All England 2023 Jadi Beban

Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska.

Menyoal target di kompetisi All England 2023, Gregoria Mariska Tunjung tentu mendambakan bangku kemenangan.

Kendati begitu, ia tak ingin title juara yang ia targetkan itu menjadi suatu beban yang justru dikhawatirkan mengganggu kosentrasi dia dalam bertanding.

Baca Juga

“Pengen juara, tapi ngomogin juara jadi kaya bikin beban gitu kan. Jadi aku pengen juara dengna hasil yang maksimal,” tegas Gregoria.

“Target pribadi juga pengen delapan besar sih,” lanjut Gregoria Mariska.

Baca Juga

Berbicara soal tunggal putri Indonesia, hingga saat ini belum ada yang banyak berbicara di beberapa turnamen besar termasuk All England.

Sekadar informasi, Susi Susanti berhasil menyabet empat gelar All England yakni pada edisi 1990, 1991, 1993 dan 1994. Setelahnya tidak ada lagi sektor tunggal putri Indonesia yang berhasil menyabet gelar.

Selain Susi Susanti, beberapa tunggal putri Indonesia memiliki beberapa catatan positif dengan meraih runner-up seperti Minarni (1968), Verawaty Fajrin (1980) dan Sarwendah Kusumawardhani (1991).

Baca Juga

Beberapa tunggal putri seusai kejayaan Susi Susanti seperti Mia Audina, Maria Febe, Firdasari hingga Gregoria Mariska Tunjung terbukti belum bisa menunjukkan tajinya.

Apalagi saat ini, sektor tunggal putri hanya ada Gregoria Mariska Tunjung yang bisa dibilang paling mampu bersaing di turnamen bulutangkis papan atas.

PBSIGregoria MariskaIndra WijayaBulutangkisBerita Bulutangkis

Berita Terkini