Makam Pahlawan Barca itu Nyaris Rata

Sabtu, 11 Oktober 2014 19:20 WIB
Editor: Raditya Adi Nugraha
 Copyright:
Lahirnya Don Patricio

Pada masa Perang Saudara Spanyol, Barcelona yang merupakan kebanggaan masyarakat Catalonia tengah dalam posisi yang terancam. Di tahun 1936 saat kegiatan sepakbola dihentikan karena adanya perang saudara, Presiden Barcelona saat itu, Josep Sunyol terbunuh.

Di masa-masa kritis itu, sebuah tawaran datang dari seorang pebisnis Manuel Mas Serrano yang mengajak Barcelona untuk bermain dalam sebuah laga eksibisi di Meksiko dengan bayaran sebesar $15 ribu.

Tanpa pikir panjang, O'Connell langsung menyambut tawaran itu sekaligus menyelamatkan para penggawa Barcelona yang menjadi buruan pemerintah Kerajaan Spanyol kala itu dengan membawa mereka ke "tempat pengasingan" di Meksiko selama 14 hari.

Bersama 16 pemainnya, Barcelona melawan empat tim Meksiko, Club America, Atlante FC, Necaxa dan pemain terbaik Meksiko. Di Amerika Serikat Blaugrana berhadapan dengan Brooklyn Hispano, Brooklyn St. Mary's Celtic dan American Soccer League XI. Tur ini diakhiri dengan melawan tim yang berisi pemain Yahudi.

Uang hasil tur itu disimpan di rekening bank Swiss yang tak akan bisa terjangkau oleh rezim fasis Franco dan menyelamatkan klub ini dari krisis keuangan. Setelah tur berakhir, O'Connell kembali ke Spanyol dengan hanya membawa empat pemain karena sisanya memilih untuk menetap di Meksiko dan Perancis untuk menghindari kebengisan Franco.  

Atas keputusan Patrick O'Connell membawa pemain Barcelona keluar dari Spanyol itulah sejarah mencatanya sebagai orang yang menyelamatkan Barcelona selama Perang Saudara Spanyol. Sudah menjadi tabiat orang Spanyol (dan Italia) untuk memanggil manajer sebuah klub dengan sebutan 'Mister'. Namun mengingat kontribusi besarnya, masyarakat Catalonia tak menambahkan imbuhan 'Mister' untuk menyebut nama Patrick O'Connell, melainkan menyebutnya sebagai Don Patrico.

4