Mengenal Pichichi, Mesin Gol Bilbao yang Mati Muda
Setelah merasa puas berkarier di dunia sepakbola, Pichichi memutuskan gantung sepatu pada 1921, atau saat usianya baru memasuki 29 tahun. Keputusan tersebut pun cukup mengejutkan lantaran dirinya beralih menjadi wasit sepakbola.
Pekerjaan baru ini terpaksa dia tekuni setelah tidak lolos seleksi untuk masuk ke dunia militer. Lucunya, perjalanan kariernya di dunia perwasitan dimulai di Stadion San Mames, tempat yang banyak menghadrikan kenangan sepakbola untuk Pichichi.
Malang tidak dapat ditolak. Karier perwasitan Pichichi berjalan amat singkat. Dirinya harus mengembuskan napas terakhir pada 1 Maret 1922 setelah menderita sakit tifus.
Kepergian pemain yang memiliki tinggi badan 154cm ini menjadi pukulan telak untuk penggemar Bilbao. Namun, kematiannya itupun bisa dibilang mengantarkan sang pemain sebagai legenda sepakbola pertama di San Mames. Bahkan Pichichi dibuatkan sebuah patung oleh tim yang membesarkan namanya.