Angin segar sedang bertiup ke arah persepakbolaan Indonesia. Maklum, federasi sepakbola Indonesia, PSSI baru saja keluar dari belenggu hitam pembekuan yang dilakukan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi melalui SK Nomor 01307, sejak tanggal 17 April tahun lalu.
Sudah hampir setahun lamanya, PSSI akhirnya kembali aktif usai Menpora, Imam Nahrawi secara resmi dan tertulis mencabut pembekuannya terhadap induk sepakbola nasional tersebut, Rabu kemarin. Hal tersebut membuat sejumlah para pecinta sepakbola nasional gembira.
Pasalnya, peluang Indonesia untuk keluar dari sanksi FIFA semakin terbuka lebar. Mengingat, sanksi FIFA kepada Indonesia diakibatkan pembekuan PSSI yang dilakukan Menpora, Imam Nahrawi.
Kala itu, FIFA menganggap PSSI telah melanggar statuta FIFA pasal 13 dan 17. Lantaran, pemerintah ikut campur dalam urusan sepakbola. Padahal, FIFA telah melarang segala bentuk intervensi dari pemerintah terhadap seluruh kegiatan sepakbola yang dilakukan federasi negara anggotanya.
Meski peluang terbuka lebar, FIFA belum memutuskan akan mencabut sanksi kepada Indonesia atau tidak. Keputusan soal sanksi Indonesia masih dibahas dalam Kongres FIFA ke-66 di Meksiko, yang berlangsung mulai 12-13 Mei 2016.
Jika FIFA mencabut sanksi tersebut, otomatis Indonesia kembali memeriahkan ajang-ajang sepakbola Internasional. Hal itu tentu membuat Timnas Indonesia aktif kembali.
Walaupun belum diumumkan, ada kalanya para pecinta sepakbola bisa menerka siapa saja yang menjadi calon terkuat pelatih Timnas Indonesia. Sempat beredar kabar, mantan manajer Chelsea, Jose Mourinho akan menjadi salah satu kandidat untuk menangani Timnas Indonesia, sesuai perkataan Menpora, Imam Nahrawi.
Namun selain Mourinho, ada beberapa kandidat terkuat yang kemungkinan besar berpeluang menangani Timnas Indonesia. Untuk itu, INDOSPORT telah menganalisa siapa saja pelatih yang masuk kandidat untuk melatih Boaz Solossa dkk, selain Mourinho. Siapa saja mereka?