Sebelum di Gresik, Oknum Aparat TNI Juga Ricuh di Padang

Selasa, 24 Mei 2016 13:00 WIB
Kontributor: Taufik Hidayat | Editor: Charles Emanuel Dominggus
© Taufik Hidayat/INDOSPORT
Ketua Asprov PSSI Kaltim, Yunus Nusi pun babak belur di Padang. Copyright: © Taufik Hidayat/INDOSPORT
Ketua Asprov PSSI Kaltim, Yunus Nusi pun babak belur di Padang.

Beberapa hari sebelumnya, kericuhan yang kurang lebih sama juga terjadi di Padang, Sumatera Barat, pada partai final Piala Wali Kota Padang 2016, Jumat (20/05/16). Salah satu aktor di balik terjadinya kericuhan adalah aparat penegak hukum.

Bila di Stadion Tri Dharma Petrokimia Gresik kericuhan melibatkan suporter PS TNI dan suporter Gersik. Di Padang kericuhan melibatkan tim PON Kaltim dan pemain PS TNI AL beserta beberapa oknum suporternya.

Akibat keributan itu, tiga pemain PON Kaltim harus dilarikan ke rumah sakit. Satu dari tiga pemain yang dilarikan ke RS itu, Rezam Baskoro bahkan sampai harus bersimbah darah pada bagian kepala. Ketua Asprov PSSI Kaltim, Yunus Nusi yang mendampingi PON Kaltim ke Padang juga tidak luput dari amukan massa. Akibat kejadian itu, wajah Yunus menjadi babak belur dan juga mengeluarkan darah.

Pertandingan final Piala Walikota Padang 2016 sebenarnya berjalan cukup aman dan tertib hingga 2 X 45 menit berakhir dengan skor sama kuat 1-1.

Pertandingan pun dilanjutkan ke babak tambahan waktu hingga ditentukan melalui adu tos-tosan. Sesaat setelah penendang terakhir PS TNI AL gagal mengeksekusi, pemain PS TNI AL dan beberapa oknum suporter PS TNI menyerang dan memburu pemain dan official tim PON Kaltim.

Kerusuhan bermula dari selebrasi pemain PON Kaltim yang berlarian menuju penjaga gawang mereka setelah memastikan gelar juara Piala Walikota Padang 2016. Salah seorang pemain PON Kaltim, Rezam Baskoro tanpa diketahui sebabnya terjatuh di hadapan barisan pemain PS TNI.

Salah seorang pemain PS TNI AL, Ade Jantra, terlihat berinisiatif membantu Rezam berdiri. Namun tanpa aba-aba pemain lainnya tiba-tiba memukul wajah Rezam yang merupakan pencetak gol penyama kedudukan PON Kaltim di akhir babak kedua itu.

Dengan darah yang terlihat mengalir di mukanya, Rezam berlari menghindar dari kejaran oknum pemain tersebut. Beberapa oknum suporter PS TNI AL juga ikut memburu Rezam.

Melihat kejadian itu, rekan-rekan Rezam yang lain coba melerai, tapi mereka juga tidak luput dari amukan massa. Alhasil lapangan bola dan bench cadangan PON Kaltim berubah menjadi lokasi baku pukul.

Yunus Nusi yang mencoba melindungi skuat PON Kaltim bahkan turut menjadi korban pemukulan. Bahkan, kejadian tersebut berlangsung di depan mata anak kandunganya masih berusia 10 tahun.

Kejadian memalukan itu terjadi di hadapan Wali Kota Padang, Mahyeldi, Danlanud Tabiang, Danlatamal serta segenap unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Padang yang hadir untuk menonton partai final Piala Wali Kota Padang yang sudah menjadi agenda tahunan Kota Padang.

Sesaat setelah massa berhasil ditertibkan oleh pihak keamanan, kepolisian dan POM TNI AL yang hadir, Wali Kota Padang, Mahyledi mengaku kecewa dengan apa yang dilihatnya pada partai final tersebut.

”Saya kecewa dengan adanya insiden yang terjadi. Saya dengar tadi sore juga terjadi keributan. Untuk itu, saya sampaikan permintaan maaf kepada seluruh peserta. Perlu diketahui, Piala Wali Kota untuk membangun sportivitas,” ujar Mahyeldi menutup penyelenggaran Piala Wali Kota Padang 2016.

147