INDOSPORT.COM - Liverpool berpotensi melakukan perubahan besar pada sisi kiri serangan apabila Cody Gakpo benar-benar meninggalkan Anfield dan Bradley Barcola datang dari Paris Saint-Germain. Skenario tersebut bisa mengubah karakter lini depan Andoni Iraola menjadi lebih cepat dan vertikal.
Transfer tersebut belum selesai karena Gakpo masih menjadi anggota skuad Liverpool, sementara negosiasi dengan PSG mengenai Barcola terus diberitakan berlangsung. Gakpo bahkan menjadi starter ketika The Reds menghadapi Monaco dalam pertandingan pramusim pada 9 Agustus 2026.
Di sisi lain, beberapa laporan menyebut Tottenham semakin serius mengejar Gakpo dan terdapat kesepakatan prinsip mengenai kepindahan sang penyerang. Nilai transfer yang beredar berada sekitar 60 juta poundsterling, meskipun Liverpool belum mengumumkan persetujuan penjualan.
Barcola kemudian muncul sebagai salah satu target utama untuk memperkuat sektor sayap Liverpool setelah perubahan besar dalam komposisi lini depan. Laporan media menyebut sang pemain telah menyepakati kerangka personal, tetapi kesepakatan harga dengan PSG belum tercapai.
Jika kedua transfer tersebut akhirnya terjadi, Liverpool bukan sekadar mengganti satu winger dengan winger lainnya. Iraola akan kehilangan beberapa kualitas khas Gakpo, tetapi mendapatkan profil Barcola yang secara teori lebih selaras dengan permainan transisi cepat.
Liverpool Belum Resmi Menjual Gakpo atau Membeli Barcola
Penting membedakan antara perkembangan negosiasi dan transfer yang sudah selesai karena situasi bursa dapat berubah dalam hitungan hari. Sampai pertengahan Agustus, situs resmi Liverpool masih menempatkan Gakpo dalam skuad dan menggunakannya sepanjang persiapan musim baru.
Ketertarikan Liverpool kepada Barcola juga masih berhadapan dengan persoalan valuasi PSG yang sangat tinggi. Sejumlah laporan menyebut klub Paris menginginkan angka jauh di atas 100 juta poundsterling sebelum bersedia membuka jalan bagi kepindahan pemain Prancis tersebut.
Barcola sendiri masih terikat dengan PSG setelah bergabung dari Lyon pada 2023 dan menjadi bagian tim yang menjuarai Liga Champions 2025/26. Sang pemain berkembang menjadi salah satu penyerang sayap penting dalam struktur permainan klub asal Paris tersebut.
Dengan demikian, Liverpool harus mengeluarkan investasi besar meskipun mendapatkan pemasukan dari penjualan Gakpo. Kesepakatan tersebut akan menjadi keputusan strategis karena Barcola bukan pembelian murah, melainkan pemain yang diharapkan menjadi bagian utama proyek jangka panjang Iraola.
Mengapa Liverpool Tertarik kepada Bradley Barcola?
Barcola menawarkan karakter yang berbeda dibandingkan Gakpo karena kekuatan utamanya berada pada akselerasi, dribel, dan keberanian menyerang ruang di belakang pertahanan. Karakter tersebut sangat relevan dengan sepak bola vertikal yang selama ini menjadi identitas Iraola.
Tim asuhan Iraola cenderung memakai struktur dasar 4-2-3-1, melakukan tekanan agresif, kemudian memainkan bola ke depan sesegera mungkin. Filosofi tersebut membutuhkan winger yang cepat membaca transisi serta berani melakukan sprint tanpa bola.
Barcola dapat menjalankan fungsi tersebut dari sayap kiri karena ia mempunyai kemampuan menerima bola melebar sebelum menyerang bek secara langsung. Ketika ruang terbuka, ia juga bisa berlari diagonal menuju kotak penalti dan memberikan target progresif bagi gelandang.
Kualitas itu dapat memberikan variasi yang lebih ekstrem dibandingkan Gakpo, yang cenderung nyaman memotong ke dalam dan mencari kesempatan menembak. Liverpool berarti menukar sebagian kekuatan fisik serta ketajaman Gakpo dengan kecepatan dan penetrasi lebih besar.
Cody Gakpo Tetap Memiliki Nilai Besar bagi Liverpool
Menjual Gakpo bukan keputusan tanpa risiko karena pemain Belanda tersebut telah membuktikan produktivitasnya selama berada di Anfield. Pada Mei 2026, ia mencapai tonggak 50 gol sejak bergabung dengan Liverpool dari PSV Eindhoven pada Januari 2023.
Gakpo juga menawarkan kemampuan bermain sebagai penyerang kiri maupun penyerang tengah, sesuatu yang belum menjadi kekuatan utama Barcola. Fleksibilitas tersebut memberi Liverpool solusi ketika striker utama cedera atau ketika Iraola membutuhkan pemain yang lebih kuat secara fisik.
Karena itu, pergantian Gakpo dengan Barcola harus dipahami sebagai perubahan profil, bukan peningkatan mutlak pada semua aspek permainan. Liverpool akan menjadi lebih cepat di sisi kiri, tetapi kehilangan sebagian kemampuan duel udara dan permainan sebagai target.
Jika Tottenham benar-benar membayar sekitar 60 juta poundsterling, Liverpool mendapatkan dana signifikan untuk membantu membiayai kedatangan Barcola. Namun, selisih harga masih berpotensi sangat besar karena valuasi PSG terhadap pemain Prancis tersebut jauh lebih tinggi.
Formasi Liverpool Setelah Bradley Barcola Datang
Formasi paling masuk akal bagi Liverpool setelah perubahan tersebut tetap 4-2-3-1, sistem yang sangat identik dengan Iraola. Komposisi The Reds juga mempunyai banyak pemain yang cocok mengisi setiap ruang dalam struktur tersebut.
Susunan terbaiknya dapat berisi Alisson Becker; Jeremie Frimpong, Ronald Araújo, Virgil van Dijk, Milos Kerkez; Ryan Gravenberch, Alexis Mac Allister; Victor Munoz, Florian Wirtz, Bradley Barcola; kemudian Alexander Isak sebagai penyerang tengah.
Formasi Liverpool 4-2-3-1
GK: Alisson Becker
Defenders: Jeremie Frimpong, Ronald Araújo, Virgil van Dijk, Milos Kerkez
Double Pivot: Ryan Gravenberch, Alexis Mac Allister
Attacking Midfielders: Victor Munoz, Florian Wirtz, Bradley Barcola
Striker: Alexander Isak
Ronald Araújo sudah bergabung dengan Liverpool sebagai pemain pinjaman Barcelona untuk musim 2026/27, sehingga ia menjadi kandidat kuat mendampingi Van Dijk. Bek Uruguay tersebut datang membawa pengalaman pertandingan tingkat tertinggi dan kemampuan bertahan dalam ruang terbuka.
Di sektor depan, Alexander Isak memberikan titik akhir ideal karena mempunyai kombinasi kecepatan, teknik, dan ketajaman. Penyerang Swedia tersebut menjadi sosok penting untuk menyelesaikan peluang yang diciptakan Barcola, Wirtz, serta pemain sayap kanan.
Bradley Barcola Menjadi Senjata Utama Liverpool di Kiri
Barcola kemungkinan langsung menempati posisi winger kiri yang sebelumnya banyak dihuni Gakpo. Perbedaannya, pemain Prancis tersebut dapat diminta mempertahankan lebar lebih lama sebelum menyerang ruang, sehingga Liverpool mempunyai jalur transisi yang sangat cepat.
Ketika Gravenberch atau Mac Allister merebut bola, Barcola dapat langsung berlari di belakang bek kanan lawan tanpa menunggu Liverpool membangun penguasaan panjang. Pola itu cocok dengan preferensi Iraola untuk menyerang saat struktur pertahanan lawan belum kembali sempurna.
Keberadaan Milos Kerkez juga dapat memperkuat kombinasi tersebut karena sang bek kiri sudah memahami tuntutan permainan Iraola sejak bekerja bersamanya di Bournemouth. Liverpool dapat menciptakan variasi overlap, underlap, dan isolasi satu lawan satu pada sayap kiri.
Ketika Kerkez maju melewati Barcola, winger Prancis bisa bergerak masuk menuju half-space dan mendekati kotak penalti. Sebaliknya, ketika Kerkez menempati posisi lebih sempit, Barcola dapat tetap melebar untuk menarik pertahanan lawan keluar dari bentuknya.
Florian Wirtz Bisa Menjadi Pemain Paling Diuntungkan
Kehadiran Barcola juga berpotensi memberikan dampak besar kepada Florian Wirtz karena gelandang Jerman tersebut membutuhkan pelari di depannya. Wirtz memiliki kemampuan memainkan umpan vertikal dan kombinasi cepat ketika menerima bola di antara lini lawan.
Liverpool merekrut Wirtz setelah ia berkembang menjadi salah satu gelandang menyerang terbaik dari Bundesliga. Kemampuannya menciptakan peluang, bergerak di antara garis, serta memberikan umpan terakhir membuatnya ideal ditempatkan sebagai nomor sepuluh.
Dalam 4-2-3-1 Iraola, Wirtz bisa mendapatkan kebebasan lebih besar sebagai pemain nomor sepuluh dibandingkan jika ditempatkan terlalu dalam. Barcola di kiri dan Victor Munoz di kanan memberikan dua target lari ketika Wirtz menguasai bola.
Isak kemudian menjadi sasaran ketiga di depan, sehingga Liverpool mempunyai tiga jalur penetrasi yang bisa diakses Wirtz. Struktur seperti itu dapat membuat kreativitas pemain Jerman lebih efektif karena ia tidak harus selalu membawa bola sendiri menuju kotak penalti.
Victor Munoz Memberikan Keseimbangan di Sayap Kanan
Victor Munoz menjadi kandidat menarik untuk menempati sisi kanan karena Liverpool merekrutnya sebagai pemain yang memiliki karakter sesuai permainan Iraola. Sang winger menawarkan energi, fleksibilitas, serta kemampuan bekerja agresif ketika tim kehilangan penguasaan bola.
Munoz dapat membantu Liverpool menjaga keseimbangan karena Barcola kemungkinan diberikan kebebasan lebih besar untuk menyerang dari sisi berlawanan. Sang pemain Spanyol bisa bekerja lebih agresif tanpa bola dan membantu Frimpong ketika bek kanan tersebut bergerak maju.
Formasi Liverpool kemudian memiliki variasi menarik karena Barcola dan Munoz tidak harus selalu berada di sisi lapangan. Keduanya dapat bertukar posisi atau menyerang ruang tengah ketika Wirtz bergerak turun mencari bola dari lini kedua.
Iraola juga masih mempunyai sejumlah pemain alternatif di sektor sayap untuk kebutuhan rotasi sepanjang musim. Artinya, pembelian Barcola tidak sekadar membentuk sebelas pemain utama, tetapi meningkatkan kompetisi dan variasi taktik dalam skuad Liverpool.
Gravenberch dan Mac Allister Menjadi Fondasi Liverpool
Di belakang empat pemain menyerang, kombinasi Gravenberch dan Mac Allister terlihat paling seimbang untuk membangun double pivot. Gravenberch menawarkan kemampuan membawa bola dan melindungi transisi, sedangkan Mac Allister memberikan kontrol tempo serta distribusi progresif.
Liverpool membutuhkan fondasi tersebut karena empat pemain depan akan diminta melakukan pressing dan mengambil posisi agresif ketika menguasai bola. Jika tekanan pertama dilewati lawan, dua gelandang tengah harus mampu menutup ruang sebelum pertahanan menghadapi serangan langsung.
Iraola dikenal meminta timnya mengambil risiko melalui tekanan tinggi dan permainan vertikal, sehingga keseimbangan di lini tengah menjadi sangat penting. Gravenberch dan Mac Allister mempunyai kombinasi atletisme, teknik, dan kecerdasan posisi untuk menjalankan tanggung jawab tersebut.
Bagaimana Bentuk Liverpool ketika Menyerang?
Ketika menguasai bola, struktur 4-2-3-1 dapat berubah menjadi bentuk yang jauh lebih ofensif karena Frimpong dan Kerkez naik. Barcola serta Munoz dapat bergerak ke area dalam untuk mendekati Wirtz dan Isak di sekitar kotak penalti.
Dalam skenario lain, salah satu full-back dapat bertahan lebih rendah sehingga Liverpool membentuk tiga pemain pada fase awal serangan. Pola tersebut memberikan keamanan tambahan ketika Barcola dan pemain depan lainnya mengambil posisi tinggi untuk mengancam ruang belakang.
Kehadiran Barcola sangat berguna apabila Liverpool menghadapi lawan dengan garis pertahanan tinggi karena kecepatannya bisa digunakan tanpa banyak sentuhan. Satu umpan vertikal dari Wirtz, Mac Allister, atau Gravenberch dapat langsung mengubah fase bertahan menjadi peluang.
Bagaimana Liverpool Menekan Tanpa Bola?
Ketika kehilangan penguasaan, formasi 4-2-3-1 Liverpool dapat berubah menyerupai 4-4-2 dengan Wirtz naik mendampingi Isak. Barcola dan Munoz turun ke sisi luar untuk menutup jalur umpan menuju full-back lawan.
Bentuk tersebut sesuai dengan filosofi Iraola yang sangat menekankan high turnover dan tekanan secepat mungkin setelah kehilangan bola. Liverpool membutuhkan pemain depan yang tidak hanya kreatif, tetapi juga siap melakukan sprint berulang untuk memaksa lawan membuat kesalahan.
Barcola secara profil sangat cocok untuk pekerjaan itu karena atletismenya memungkinkan dirinya menekan lalu segera berlari ke depan setelah bola direbut. Liverpool dapat memanfaatkan satu pemain yang sama untuk menciptakan turnover dan menjadi target serangan balik berikutnya.
Apa Kekurangan Liverpool setelah Gakpo Dijual?
Masalah terbesar adalah berkurangnya pemain depan bertubuh besar yang mampu menjadi alternatif di posisi penyerang tengah. Barcola lebih murni sebagai winger sehingga tidak memberikan fleksibilitas nomor sembilan yang selama ini ditawarkan Gakpo.
Liverpool memang mempunyai pilihan lain sebagai striker, tetapi kedalaman posisi tersebut tetap perlu diperhatikan sepanjang musim. Cedera pemain utama dapat membuat hilangnya fleksibilitas Gakpo terasa, terutama saat jadwal kompetisi memasuki periode paling padat.
Barcola juga perlu membuktikan bahwa produktivitasnya dapat meningkat ketika mendapat tanggung jawab besar di Premier League. Kecepatan dan dribel dapat menciptakan ancaman, tetapi Liverpool tetap membutuhkan gol untuk menggantikan kontribusi Gakpo serta pemain menyerang lainnya.
Apakah Bradley Barcola Upgrade dari Cody Gakpo?
Jawabannya tergantung kebutuhan yang menjadi prioritas Liverpool karena keduanya mempunyai kekuatan berbeda. Untuk kecepatan, dribel, serangan ruang, dan permainan transisi, Barcola terlihat lebih cocok dengan karakter sepak bola vertikal yang ingin dibangun Iraola.
Sebaliknya, Gakpo unggul dalam kekuatan tubuh, kemampuan udara, pengalaman Premier League, serta fleksibilitas untuk menjadi penyerang tengah. Liverpool berarti harus menerima beberapa pengorbanan apabila memilih melakukan pergantian tersebut pada musim panas ini.
Dari perspektif taktik, Barcola dapat diberi nilai sekitar sembilan dari sepuluh untuk kecocokan dengan sistem Iraola. Namun, keberhasilan sebenarnya tetap bergantung pada harga transfer, adaptasi Premier League, produktivitas, dan hubungan permainannya bersama Wirtz serta Isak.
Formasi Ideal Liverpool jika Barcola Menggantikan Gakpo
Susunan utama Liverpool dalam skenario tersebut adalah Alisson; Frimpong, Araújo, Van Dijk, Kerkez; Gravenberch, Mac Allister; Munoz, Wirtz, Barcola; Isak. Formasi dasarnya 4-2-3-1, tetapi bentuk permainan bisa berubah sesuai fase pertandingan.
Komposisi tersebut memberi Liverpool banyak kecepatan di kedua sisi, kreativitas Wirtz di tengah, serta penyelesaian Isak di depan. Barcola menjadi elemen yang membuka lapangan dan membuat serangan Iraola lebih berbahaya ketika pertandingan berubah menjadi duel transisi.