Gebrakan Tim Promosi di Laga Pembuka Liga Top Eropa
Sama seperti La Liga Spanyol, Serie A Italia juga baru memainkan giornata pertama. Berbeda dari Liga Primer Inggris dan La Liga Spanyol, tim-tim promosi Serie A tampil loyo tanpa pernah meraih kemenangan.
Akan tetapi mereka tidak begitu saja mengalah, karena menyuguhkan permainan pantang menyerah dan membuat lawannya masing-masing kewalahan. Dimulai dari Crotone. Tim asuhan Davide Nicola memulai Serie A Italia dengan kekalahan 0-1 dari Bologna di Stadio Renato Dall’Ara, via gol tunggal Mattia Destro.
Namun gol itu baru tercipta di menit 86. Permainan solid Crotone menyulitkan tim asuhan Roberto Donadoni untuk membobol gawang Crotone yang dijaga Alex Cordaz. Crotone juga memiliki pemain yang berpengalaman di Serie A, seperti eks Juventus, Raffaele Palladino, dan Adrian Stoian.
Kekalahan ini bisa jadi terjadi karena Crotone ‘terkejut’ dengan level bermain Serie A Italia. Jika Nicola mampu menemukan solusi, dan membenahi kekurangan Crotone, bisa jadi mereka bangkit di laga berikutnya.
Sementara Cagliari mendapatkan pukulan telak dari Genoa. Seperti tidak siap menghadapi tim besutan Ivan Juric, Cagliari yang unggul terlebih dahulu dari gol Marco Borriello, justru diberondong tiga gol oleh Jules Ntcham, Diego Laxalt, dan Luca Rigoni.
Cagliari seakan lengah dengan keunggulan itu, dan membangkitkan ‘singa tidur’ pada diri pemain Genoa yang mendapatkan dukungan dari suporter yang memadati Comunale Luigi Ferraris. Pelatih Cagliari, Massimo Rastelli, tentu menyadari hasil tersebut dan tidak ingin hasil serupa terulang kembali.
Rossoblu sedianya memiliki amunisi cukup untuk bertahan di Serie A Italia, karena mereka memiliki pemain-pemain berpengalaman seperti Bruno Alves, Mauricio Isla, Simone Padoin, dan Borriello. Hanya, mental bermain mereka harus lebih diasah lagi, untuk tidak berpuas diri ketika berada di posisi unggul.
Berbeda dari hasil minus yang diraih Cagliari dan Crotone. Pescara menunjukkan determinasi bermain mereka melawan tim kuat Serie A, Napoli. Partenopei dipaksa bermain imbang 2-2, bahkan Pescara sempat memimpin dua gol dari gol Ahmed Benali dan Gianluca Caprari, sebelum akhirnya Dries Mertens memborong dua gol di babak kedua.
Hasil ini menandai debut positif Massimo Oddo di Pescara. Eks pemain AC Milan itu sukses memotivasi Ledian Memushaj dan kawan-kawan, untuk tampil heroik dan menyulitkan Napoli besutan Maurizio Sarri. Pescara pun diprediksi jadi batu pengganjal tim-tim besar Serie A Italia musim ini.