Vujadin Boskov, Sang Pembuka Jalan Francesco Totti Menjadi Pangeran Roma

Selasa, 27 September 2016 17:37 WIB
Penulis: Ivan Reinhard Manurung | Editor: Ramadhan
 Copyright:
Karier Sebagai Pelatih

Telah disebutkan sebelumnya, Boskov sempat merasakan menjadi seorang pelatih bersamaan di saat ia menjadi pemain klub Young Fellows Juventus.

Namun, kariernya sebagai seorang pelatih benar-benar baru dimulai ketika diangkat oleh klub pertamanya, FK Vojvodina dari tahun 1964 hingga 1971 dan sukses mempersembahkan satu gelar juara pada musim 1965/66.

Puas melatih di negaranya, Boskov menjajal kemampuannya melatih klub Belanda. Di negara yang sempat menjajah Indonesia itu, Boskov bertahan selama 4 tahun dan melatih dua klub berbeda, yakni FC Den Haag (1974-1976) serta Feyenoord (1976-1978).

Kegemilangan Boskov bersama Feyenoord pun membuat Real Zaragoza tertarik merekrutnya ke Spanyol. Akan tetapi, di sana Boskov hanya bertahan selama satu musim, setelah pada 1979, ia bergabung dengan raksasa Spanyol, Real Madrid.

Bersama Los Blancos, Boskov sukses mempersembahkan dua gelar juara, yakni Juara La Liga dan Copa del Rey di musim yang sama (1979/1980). Setelah itu, Boskov pun sempat berpindah-pindah klub, seperti Sporting Gijon dan Ascolii.

Pada tahun 1986, Boskov memutuskan untuk pergi ke Italia dan melatih mantan klubnya, Sampdoria. Di sinilah, karier kepelatihan Boskov melesat jauh.

Enam tahun bersama I Blucerchiati, Boskov mampu menyumbangkan gelar juara yang sebelumnya tidak pernah dirasakan oleh klub yang terbentuk pada 1 Agustus 1946 tersebut.

Di antaranya adalah satu gelar juara Serie A Italia (1990/91), dua gelar juara Coppa Italia (1987/88 dan 1988/89), serta satu gelar juara Piala Europa (1989/90).

Prestasinya itu pun membuat tim ibu kota, AS Roma kemudian mendatangkannya pada 1992. Namun, sayangnya Boskov tidak mampu mengulang kesuksesannya bersama Sampdoria. Alhasil, ia pun hanya mampu bertahan selama satu musim.

Selepas dari Roma, Boskov masih aktif sebagai pelatih. Beberapa klub pun pernah merasakan tangan dinginnya, seperti Napoli, Servette Geneva, Perugia, dan juga timnas Yugoslavia.

513