67 Tahun Usia Wenger, Sederet Kisah Menarik Kehidupan Sang Profesor

Sabtu, 22 Oktober 2016 17:45 WIB
Penulis: May Rahmadi | Editor: Joko Sedayu
 Copyright:
Tumbuh di Era Wajib Militer

Lima tahun setelah berakhirnya perang dunia kedua, tepatnya tahun 1950, ayah Wenger mengikuti program wajib militer yang diterapkan secara paksa oleh tentara Jerman. Sedangkan ibunya, sibuk menjalani bisnis suku cadang mobil dan rumah makan.

Kesibukan kedua orangtuanya itu kemudian membuat Wenger kecil, yang belum genap berusia satu tahun, harus dipindahkan ke kota Duttlenheim, sekitar 16 km dari tempat lahirnya.

Dia sedikit beruntung, sebab kota tersebut adalah tempat di mana anak-anak muda sangat diperhatikan. Dia tumbuh besar dalam asuhan tetangganya di sana.

Tinggal di perbatasan antara Jerman dan Prancis, membuat Wenger kecil kebingungan dalam berbahasa. Menurut ayahnya, dia semula secara alami menggunakan bahasa Jerman. Sampai pada usia tujuh tahun, dia baru bisa bahasa Prancis.

Pengalaman itulah yang membuat Wenger mudah memahami berbagai macam bahasa. Karena akrab dengan berbagai macam bahasa sejak kecil, kini memahami lebih dari 20 bahasa. Enam di antaranya, dia sudah fasih, yaitu bahasa Prancis, Jerman, Inggris, Spanyol, Italia, dan Jepang.

230