Piala AFF 2016

3 Duet Bek Tangguh Kepunyaan Timnas Indonesia Sebelum Hansamu-Manahati

Senin, 5 Desember 2016 10:30 WIB
Editor: Joko Sedayu
 Copyright:
Sugiantoro dan Firmansyah

Timnas Indonesia kembali memiliki duet bek tangguh ketika mengikuti Piala AFF (dulunya bernama Piala Tiger) 2002 yang digelar di Indonesia dan Singapura. Sebagai tuan rumah, Skuat Garuda mematok target juara dengan mendatangkan langsung pelatih asal Bulgaria, Ivan Kolev.

Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Myanmar, Kamboja, dan Filipina. Dari keempat musuh-musuhnya, Vietnam menjadi lawan terberat Skuat Garuda.

Ivan Koleh memilih "Bejo" Sugiantoro dan Firmansyah untuk menemani posisi Nur'Alim di jantung pertahanan Timnas. Pada zamannya, formasi tiga bek menjadi andalan Kolev sepanjang gelaran turnamen.

Dari lima laga Timnas, Bambang Pamungkas dan kawan-kawan hanya kebobolan lima gol, paling sedikit dari kontestan Grup A lainnya dari lima pertandingan yang mereka lakoni di babak penyisihan grup. Skuat Garuda juga menjadi pengumpul gol terbanyak di babak penyisihan dengan total 19 gol, sama dengan yang dicetak Vietnam.

Dua dari 19 gol yang dicetak Timnas merupakan buah hasil dari Bejo, yang sukses menempatkan namanya dua kali di papan skor ketika Indonesia dengan gagahnya membantai Filipina dengan skor sangat telak, 13-1.

Duet Bejo dan Firmansyah, yang pada waktu itu masih berusia masing-masing 25 dan 22 tahun, dijuluki sebagai bek muda masa depan Indonesia sama seperti yang dialami oleh duet Hansamu Yama dan Manahati Lestusen saat ini.

Di umur yang masih terhitung muda, Bejo dan Firmansyah sukses membawa Skuat Garuda menembus babak final sebelum dikalahkan oleh Thailand melalu adu penalti. Mereka berhasil membuat para pemain kunci Thailand seperti Kiatisuk Senamuang dan Therdsak Chaiman menelan pil pahit gagal menembus gawang Skuat Garuda yang dijaga oleh Hendro Kartiko.

Penampilan tokcer dari Bejo dan Firmansyah selama babak penyisihan hingga babak final harus tercoreng dengan gagalnya mereka berdua mengeksekusi penalti. Kedua pemain tersebut ditunjuk oleh Ivan Kolev sebagai penendang penalti Timnas Indonesia di babak adu penalti.

Sebagai penendang kedua, Bejo maju sebagai algojo. Dengan ancang-ancang yang kurang jauh, tendangan keras Bejo meluncur deras ke tengah gawang lawan dan membentur mistar gawang Negeri Gajah Putih.

Setelah Bejo yang gagal mengkeksekusi penalti, giliran Firmansyah yang bernasib sama dengan bek Persebaya tersebut. Tendangan pemain yang pada saat itu membela Persikota melenceng jauh dari gawang lawan.

Indonesia akhirnya kalah adu penalti dengan skor 2-4 dari Thailand dan mengubur impian merebut trofi Piala AFF untuk pertama kalinya yang diselenggarakan rumah sendiri.

3.2K