Desain Baru dan Perjalanan Juventus Sejak Terakhir Berganti Logo
Hanya semusim di Serie B, Juventus pun berhasil kembali menjejak Serie A Italia musim berikutnya. Namun, Juventus harus kembali beradaptasi dan tidak langsung bisa bersaing di jajaran atas Serie A Italia.
Sejumlah kendala mulai menerpa Juventus yang memulai petualangan barunya di pentas sepakbola Italia. Juventus tengah dalam proyek pembangunan Juventus Stadium saat kembali ke Serie A Italia.
Alhasil, SI Nyonya Tua harus berhemat secara keuangan karena dana difokuskan untuk membangun markas baru mereka. Kerangka tim yang rapuh pun membuat Juventus kelimpungan karena tak memiliki skuat yang bisa dibilang mengkilap.
Stadion Delle Alpi menjadi markas Juventus sebelum disulap menjadi Juventus Stadium pada tahun 2006.Juventus Stadium sendiri merupakan proyek besar Juventus yang dimulai pada tahun 2003 ketika membela Stadion Delle Alpi milik Pemerintah Kota Torino. Lalu pada tahun 2006, Juventus menggagas untuk merombak habis stadion tersebut agar lebih modern.
Uniknya, Juventus justru menurunkan jumlah kursi yang terdapat pada stadion baru mereka kelak. Juventus Stadium bakal disulap hanya berkapasitas 41 ribu kursi dari 67 ribu kursi sebelumnya.
Hal ini merupakan fakta menarik, karena sebagian besar klub yang merombak stadion justru karena ingin memperbanyak kapasitas. Tapi hal ini kemudian dijawab Juventus dengan apik, tidak ada satu pun kursi kosong saat Juventus Stadium mulai digunakan pada tahun 2011.
Usai merampungkan proyek stadion baru, Juventus mendapat kenaikan pendapatan secara signifikan setiap tahunnya.Investasi ini dianggap berhasil secara finansial. Juventus yang memiliki stadion sendiri tak harus mengeluarkan biaya untuk menyewa stadion lain.
Selain itu, stadion tersebut memberikan pemasukan sebesar 32 juta Euro setiap musimnya dari pendapatan tiket saja. Hal ini membuat Juventus pun membidik asa bangkit untuk menjadi klub juara di tempat mereka berada semestinya.