On This Day: Lahirnya Mourinho, Arsitek Man United Bergelar Sarjana Ilmu Olahraga
Prestasi cemerlangnya bersama Uniao de Leiria ternyata cukup menarik perhatian Porto. Pada 23 Januari 2002, Porto memutuskan untuk menunjuknya sebagai pelatih menggantikan Ocavio Machado.
Di tahun pertamanya, Mourinho berhasil membawa Porto menempati peringkat ketiga Liga Portugal. Bersama Porto, Mourinho terkenal dengan strategi pressing tinggi. Namun, Mourinho baru berprestasi di tahun ketiga bersama tim berjuluk Dragoes tersebut.
Di tahun 2003/04, Mourinho secara mengejutkan berhasil membawa Dragoes ke final dan berhasil menjadi juara Liga Champions setelah mengalahkan Monaco di partai final. Tentu, prestasi itu membuat namanya semakin mencuat.
Chelsea pun dikabarkan tertarik untuk merekrut Mourinho. Setahun berikutnya, dia pun memutuskan melanjutkan karier dengan melatih di Stamford Bridge. Dalam konferensi per situ, Mourinho mengaku bukan pelatih yang arogan.
"Tolong jangan bilang saya arogan. Tapi, saya adalah jawara Eropa dan saya rasa saya adalah Special One,” kata Mourinho ketika itu.
Makanya, sejak saat itu Mourinho menggunakan nama The Special One. Dengan dana yang besar, Mourinho menyulap Chelsea sebagai salah satu tim yang menakutkan di Inggris.
Bahkan, dia berhasil mempersembahkan trofi Liga Primer Inggris pertama setelah 50 tahun. Dari tiga tahun awal bersama The Blues, The Special One berhasil mempersembahkan dua trofi Liga Primer Inggris, Piala FA, dan Piala Liga Inggris.
20 September 2007, Mou tiba-tiba memutuskan meninggalkan Chelsea atas Kesepakatan kedua belah pihak. Namun rumor yang berhembus mengungkap kalau Mo berseteru dengan pemilik klub, Roman Abrahamovic.