Dari Kiper ke Striker, Ini Line Up 11 Pesepakbola Cerdas
Pavel Nedved (Gelandang - Matematikawan)
Lazio dan Juventus pernah memiliki satu gelandang elegan di medio 2000-an awal. Dia adalah si pirang Pavel Nedved. Perannya begitu terlihat (selain karena rambut terangnya) di lini tengah. Sebagai playmaker, mantan pemain Timnas Ceko itu memiliki tendangan geledek.
Di luar lapangan, Nedved diketahui andal dalam hitung-hitungan. Sebagai matematikawan, ia mendapat gelar diploma statistik. Hebatnya, gelar tersebut ia raih saat aktif merumput.
Frank Lampard (Gelandang - Si Profesor)
Di Chelsea, Lampard mendapat julukan Si Profesor karena kecerdasannya yang melebihi rata-rata rekan setimnya kala itu. Bahkan kabarnya, ia memiliki IQ tertinggi dari pesepakbola mana pun.
Bryan English selaku dokter tim Chelsea yang pertama kali mengungkapnya ke publik. Melalui serangkai tes, ia menemukan jika Super Frank memiliki kecerdasan yang 'tak lazim' sebagai seorang pesepakbola. Lampard memang tak memiliki gelar, tapi saat mengenyam pendidikan di Brentwood School, rata-rata nilainya adalah 11 atau A.
Socrates (Gelandang - Doktor dan Politisi)
Mendengar nama Socrates mungkin mengingatkan pada seorang filsuf asal Yunani. Pada zamannya, ia dikenal sebagai orang cerdas berkat penemuannya yang berpengaruh hingga saat ini.
Tapi bukan hanya dari Yunani, di Brasil pun ada pesepakbola bernama Socrates yang sama-sama jenius. Pele bahkan memasukkannya dalam daftar 100 pesepakbola terbaik karena andilnya dalam membawa Tim Samba menjadi runner up Copa America 1983 silam.
Socrates memegang gelar doktor dari Faculdade de Medicina de Ribeirao Preto sebelum meninggal dunia pada 4 Desember 2011 karena keracunan. Ia juga dikenal sebagai politisi andal.
Juan Mata (Gelandang - Sarjana Jurnalistik)
Seorang playmaker membutuhkan kepintaran yang tidak sedikit. Ia harus pandai membaca situasi, mengatur tempo, dan mengalirkan bola dengan cerdik.
Juan Mata adalah salah satu contoh gelandang serang yang memiliki semua karakteristik playmaker. Kepiawaiannya di atas lapangan bisa jadi tertular dari latar belakang pendidikannya yang juga mumpuni.
Pemain Manchester United itu diketahui sebagai lulusan jurusan jurnalistik di Universidad Politecnica de Madrid. Tak puas di satu gelar saja, ia mendaftarkan diri di dua bidang studi populer, yakni marketing dan sports science (ilmu olahraga).