Liga 1 Indonesia

Mundur, Djanur Bukan Sekadar Legenda di Persib Bandung

Senin, 17 Juli 2017 09:36 WIB
Editor: Rizky Pratama Putra
© jppn.com
Pelatih Persib Bandung, Djajang Nurdjaman Copyright: © jppn.com
Pelatih Persib Bandung, Djajang Nurdjaman
Biru dalam Darah

Usai berjaya mengantarkan Persib menjadi juara, Djanur kemudian memutuskan pensiun. Namun, bakti Djanur untuk Persib tak lantas dilepas begitu saja.

Dirinya langsung dipercaya menjadi asisten Indra Thohir. Inilah yang menjadi titik balik bagi kariernya di kemudian hari.

Thohir yang sadar betul dengan kecerdasan Djanur tidak salah. Persib kemudian kembali disegani di pentas sepakbola nasional pada Piala Perserikatan 1994.

© Internet
Caption Copyright: InternetIndra Thohir menjadi orang yang memercayai Djanur sebagai asisten pelatih.

Maung Bandung kembali menjadi juara dalam ajang terakhir dalam format kompetisi perserikatan. Saat itu, Persib sukses mengalahkan PSM Makassar di final.

Setahun kemudian, format kompetisi berkonsep unifikasi antara Galatama dan Piala Perserikatan digelar dengan tajuk Liga Indonesia. Djanur yang masih dipercaya mengasisteni Indra Tohir kembali membawa Persib Bandung kembali merengkuh gelar juara.

"Saya langsung jadi ditunjuk sebagai asisten Indra Thohir di musim terakhir Perserikatan. Bersyukur, saya bisa ikiut andil membawa Persib juara. Selanjutnya di Liga Indonesia I tahun 1995, Persib kembali juara," kata Djanur.

Djanur kemudian ditunjuk untuk membina skuat muda Persib Bandung. Dirinya dipercaya untuk menangangi tim muda Persib Bandung pada tahun 1997.

"Saya mulai meniti karier menjadi pelatih kepala di kelompok umur mulai dari U-15, U-16, U-17, sampai U-23 Persib," ujar Djanur," kenang Djanur.

Persib pun kembali memanggil namanya untuk menjadi asisten pelatih di tahun 2007. Kala itu, Djanur menjadi pendamping Arcan Iurie, pelatih asal Moldova.

Namun kesempatan ini tak segemilang saat dirinya menjadi asisten Indra Tohir. Persib hanya berada di peringkat kelima klasemen akhir saat itu.

©
Caption Copyright: Arcan Iurie juga sempat didampingi Djanur saat membesut Persib Bandung.

Djanur kemudian berbelok ke Pelita Jaya, untuk menjadi asisten Fandi Ahmad pada tahun 2008. Bahkan pada musim terkahirnya, Djanur diangkat sebagai pelatih kepala dengan capaian cukup memuaskan.

Si Kumis Tipis mampu menyelamatkan Pelita Jaya dari jurang degradasi di musi tersebut. Kecemerlangan Djanur kemudian memaksanya untuk kembali pulang kandang.

Umuh Muchtar kemudian meminta Djanur memimpin tim utama Persib. Bagi Djanur inilah cita-cita tertinggi dalam karier kepelatihannya.

Semua upaya dan pengalaman berusaha dikumpulkannya untuk Persib sebagai muara. Kini, setelah 5 tahun jatuh bangun bersama Persib, purna sudah tugas Djanur (untuk saat ini).

© INDOSPORT/Herry Ibrahim
Pelatih Persib Bandung, Djajang Nurdjaman Copyright: INDOSPORT/Herry IbrahimPelatih Persib Bandung, Djajang Nurdjaman

Usai laga melawan Mitra Kukar, Djanur kembali meminta mundur karena dirinya mengaku kalah. Hal yang tak bisa ditolak untuk kali kedua oleh manajemen Persib.

"Saya buat keputusan untuk istriahat dulu. Artinya saya resign dan mundur dari kursi pelatih Persib. Keputusan saya sudah bulat dan saya sudah katakan pada manajer tadi dan manajamen lainnya. Insya Allah kali ini bisa memenuhi keinginan saya. Karena saya tidak bisa mengangkat performa tim yang terus tertekan selama ini," ujar Djanur seusai laga melawan Mitra Kukar, Sabtu (15/07/17).

Namun, perjalanan karier Djanur memang meninggalkan jejak berwarna biru. Sebuah kebanggaan dan harga diri yang pantas kiranya membuat Djanur disebut sebagai legenda bersama Maung Bandung.

Hatur Nuhun, Coach Djanur!

1.8K