Siapa yang Paling Tepat Dampingi Neymar di Lini Depan PSG?

Jumat, 4 Agustus 2017 11:48 WIB
Penulis: Agus Dwi Witono | Editor: Joko Sedayu
© Paris Saint-Germain.
Neymar resmi menjadi pemain baru Paris Saint-Germain. Copyright: © Paris Saint-Germain.
Neymar resmi menjadi pemain baru Paris Saint-Germain.

Kehadiran Neymar Jr di skuat Paris Saint-Germain langsung berdampak kepada susunan pemain di atas lapangan. Terutama di lini depan PSG. Padahal, PSG memiliki sejumlah pemain dengan karakter menyerang yang kuat.

Seperti Julian Draxler, Javier Pastore, Angel Di Maria, Lucas Moura, dan tentu saja striker utama Edinson Cavani. Namun Cavani bisa dikesampingkan karena area kerjanya tidak sama dengan Neymar.

© Anthony Dibon/Icon Sport
Draxler berikan pelukan hangat kepada Pastore yang berikan assist manis kepadanya. Copyright: Anthony Dibon/Icon SportDraxler berikan pelukan hangat kepada Pastore yang berikan assist dalam sebuah pertandingan bersama PSG.

Selain itu pelatih Unai Emery tampaknya akan kelebihan stok pemain karena PSG masih memiliki Jese Rodriguez, yang musim lalu dipinjamkan ke Las Palmas. Jika tak ada klub yang akan menampung Jese untuk musim 2017/18, kemungkinan mantan Real Madrid itu akan jadi cadangan abadi pasca kedatangan Neymar.

Yup, posisi bermain Jese dan Neymar sama persis sehingga otomatis hanya Draxler, Pastore, Di Maria, dan Lucas Moura yang tetap memiliki peluang untuk menjadi pelengkap lini depan PSG.

Neymar sangat mungkin diplot di sisi kiri sektor penyerangan PSG. Posisi ini memang yang selalu diperankannya baik di Barcelona maupun di Timnas Brasil.

Nah, karena posisi Neymar tak mungkin digeser, maka pemain lain harus rela bermain di sisi kanan atau hanya menjadi pelapis. Siapakah dari empat pemain tersebut yang bisa menjadi tandem paling pas bagi Neymar?

Berikut INDOSPORT berikan analisisnya yang disarikan dari berbagai sumber:

Julian Draxler

© Indosport/InternetGettyImages
Julian Draxler (Paris Saint-Germain) Copyright: Indosport/InternetGettyImagesJulian Draxler (Paris Saint-Germain).

Gelandang muda asal Jerman ini baru satu musim bersama PSG. Layaknya pemain baru, jumlah pertandingan yang dijalaninya pun belum banyak. Musim lalu, kapten timnas Jerman di Piala Konfederasi 2017 ini hanya tampil dalam 17 laga Ligue 1 Prancis dengan 12 di antaranya sebagai starter.

Draxler sebenarnya bisa bermain di semua posisi di lini tengah. Tapi, saat menyerang dia cenderung memulai dari sisi kiri. Agak kurang ideal jika Draxler bermain bersama Neymar yang pasti menjadi penguasa wilayah kiri serangan PSG.

Peluang: 10%

Javier Pastore

© GETTY IMAGES
Caption Copyright: GETTY IMAGES
Javier Pastore (Paris Saint-Germain).

Gelandang serang berdarah Argentina ini sudah merelakan kostum PSG bernomor 10 menjadi milik Neymar. Dengan kata lain, Pastore pun sudah rela jika posisinya di daftar starter PSG akan digeser sang megabintang.

Apalagi, musim lalu pun ia tak terlalu banyak dimainkan pelatih Unai Emery. Pastore hanya diturunkan dalam 15 laga Ligue 1 dengan 9 kali menjadi starter. Total waktu bermain hanya 864 menit. 

Peluang: 15%

Angel Di Maria

© Twitter/PSG English
Selebrasi Angel di Maria pada laga saat melawan Bastia. Copyright: Twitter/PSG English
Angel di Maria (Paris Saint-Germain).

Angel Di Maria dikenal sebagai pemain sayap kelas wahid. Penetrasi dan umpan silangnya kerap membahayakan pertahanan lawan. Tak heran jika Unai Emery pun memberikan cukup kepercayaan kepada winger asal Argentina ini.

Musim lalu, Di Maria dipercaya untuk tampil dalam 29 laga dan hanya lima kali menjadi pemain cadangan. Total, Di Maria sudah bermain dalam 2.035 menit sepanjang Ligue 1 musim lalu.

Masalahnya, Di Maria harus rela bergeser ke sisi kanan jika ingin menjadi tandem bagi Neymar. Padahal selama ini, dia cenderung bermain di sisi kiri. Butuh kerja keras dan penyesuaian dari sang pemain untuk bisa kompak dalam merancang serangan bagi PSG bersama Neymar.

Peluang: 20%

Lucas Moura

© Internet
Caption Copyright: Internet
Lucas Moura (Paris Saint-Germain).

Di antara empat pemain menyerang ini, Lucas Moura punya peluang paling besar. Ada sejumlah faktor yang membuat dia bisa menjadi tandem tepat bagi Neymar.

Moura yang sudah empat musim bergabung dengan PSG mulai menapak lebih kuat sebagai skuat andalan di bawah besutan Unai Emery. Musim lalu saja dia tampil selama 2.421 menit di ajang Ligue 1. Tampil 37 kali dengan 29 di antaranya sebagai starter. Plus mencetak 12 gol dan 5 assists.

Secara teknis, area serangan Moura pun berbeda dengan Neymar. Moura lebih banyak bermain di sisi kanan.

Faktor lainnya adalah kedekatan emosional Moura dengan Neymar. Pemain 24 tahun ini tak lain adalah teman bermain Neymar semasa masih di Sao Paulo. Keduanya pun sudah bermain bersama di Timnas Brasil sejak level junior.

Faktor terakhir yang memperkuat posisi Moura adalah permintaan khusus Neymar kepada PSG. Seperti dilansir Le Parisen, Neymar secara khusus meminta manajemen PSG untuk mempertahankan Moura jika mereka ingin dirinya bergabung.

Performa Moura yang tengah menanjak plus kedekatannya dengan Neymar, akan memperbesar peluangnya untuk selalu berada di starter PSG. Neymar bakal lebih nyaman bermain dengan pemain-pemain yang memang sudah dikenal dekat.

Peluang: 55%

2.8K