Deretan Aksi Kekerasan pada Wasit di Liga Indonesia 2017

Sabtu, 14 Oktober 2017 16:14 WIB
Editor: Arum Kusuma Dewi
© Ian Setiawan/INDOSPORT
Dadang Apridianto terus mengintervensi keputusan wasit atas berbagai pelanggaran timnya. Copyright: © Ian Setiawan/INDOSPORT
Dadang Apridianto terus mengintervensi keputusan wasit atas berbagai pelanggaran timnya.
PSBK Blitar vs Persewangi Banyuwangi

Persewangi Banyuwangi dibuat naik darah usai mendapati kalah 0-1 dalam laga play-off kontra PSBK Blitar, Selasa (10/10/17) sore. Bukan perkara gol lawan yang dibukukan Prisma C. Anwar di menit 69, namun pihak Persewangi menyoroti kinerja wasit. Suhardiyanto yang bertugas memimpin laga berlabel "khusus" itu, dituding tak becus dalam menegakkan fair play

Tim berjulukan Laskar Blambangan itu sangat tidak puas dengan kinerja pengadil lapangan hijau asal Muara Enim, Sumatera Selatan itu. Tanda-tanda kericuhan sudah terjadi di awal laga. Baru 26 detik laga berjalan, Suhardiyanto sudah mengeluarkan kartu kuning kepada Didik Ariyanto akibat pelanggaran keras.

Dalam laga yang terhenti di menit 85 itu, wasit memang mengobral kartu. Persewangi sendiri dijerat empat kali kartu kuning, belum termasuk kartu kuning kedua yang berujung dua kartu merah. Sedangkan PSBK hanya dikenai masing-masing satu kartu kuning dan kartu merah langsung.

Laga pun berjalan rusuh dan sampai terhenti sebanyak lima kali. Bisa dibilang, sekitar 20 persen pertandingan adalah permainan sepakbola, sedangkan sisanya diisi adu tinju dan karate. Tak hanya baku hantam, ancaman ilmu hitam kabarnya juga diberikan untuk wasit Suhardiyanto. Wasit pun sempat tampak didorong dan terbirit karena dikejar para pemain.

"Begitu ada kartu merah di menit ketiga, kami sudah ajukan ganti wasit. Tapi PP (Pengawas Pertandingan) tidak menanggapinya," papar Manajer tim, Hari Wijaya usai pertandingan.

"Banyak keributan, wasit seperti ketakutan sendiri. Kami protes malah dia lari. Padahal kalau dia benar, ngapain juga dia menghindar?," Bagong Iswahyudi menimpali.

111