Mantan Wasit FIFA Komentari Keputusan Kontroversial Wasit Shaun Evans

Sabtu, 4 November 2017 18:55 WIB
Penulis: Isman Fadil | Editor: Agus Dwi Witono
© ESPNFC
Wasit Shaun Evans Copyright: © ESPNFC
Wasit Shaun Evans

Wasit asal Australia, Shaun Evans, yang memimpin laga Persija vs Persib di Stadion Manahan, Solo, Jumat (3/11/17), membuat keputusan kontroversial yakni menganulir gol penyerang Persib Bandung, Ezechiel N'Douassel.

Penyerang asal Chad itu mencetak gol dari tendangan sudut pada menit ke-27. Bola hasil sundulan pemain 29 tahun itu sudah mengenai jaring gawang bagian atas yang dikawal kiper Andritany Ardhiyasa.

Menurut manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, wasit Evans setidaknya sudah merugikan timnya sebanyak tiga kali.  Pertama, gol Ezechiel N’Douassel yang tidak disahkan di babak pertama. Kedua, wasit Evans menghadiahkan penalti untuk tuan rumah. Terakhir, pengusiran Vujovic setelah melanggar Bruno Lopes tak lama kemudian wasit pun menghentikan laga.

© INDOSPORT/Arif Rahman
Umuh Muchtar. Copyright: INDOSPORT/Arif RahmanUmuh Muchtar.

“Saya sangat menyesal. Pertandingan sangat ditunggu-tunggu. Ini harus fair. Kalah ya kalah. Tidak ada masalah. Ini rasanya keterlaluan. Di dunia manapun tidak ada. Kenapa berhenti? Percuma diteruskan,” ujar Umuh pada konferensi pers seusai laga.

“Persija dapat penalti dan gol kami tidak disahkan. Vujovic juga dikasih kartu merah. Saya tidak mengerti dengan wasit dari Australia. Saya tidak mengada-ngada. Ada bukti gol Persib sah. Tayangan televisi diulang-ulang. Banyak kejadian yang tidak disahkan. Ini kejahatan,” lanjutnya.

Melihat hal tersebut, mantan wasit Liga Indonesia Purwanto pun angkat bicara. Wasit yang pernah memegang lisensi FIFA dengan jam terbang tinggi itu menilai putusan wasit Shaun Evans di laga Persija vs Persib pasti memiliki dasar.

© INDOSPORT/Ian Setiawan.
Mantan wasit FIFA, Purwanto. Copyright: INDOSPORT/Ian Setiawan.Mantan wasit FIFA, Purwanto.

"Wasit memutuskan dengan dasar. Atas dasar apa, hanya wasit yang tahu," ujar pria yang kini menjabat sebagai PNS Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Kediri sejak tahun 2002 dilansir Bolasport.

Jika dilihat dari pernyataan Purwanto, bisa dibilang keputusan wasit Shaun Evans menghentikan pertandingan sudah tertera di Laws of the Games FIFA.

Wasit memang berhak menunda atau bahkan menghentikan pertandingan lebih cepat dengan beberapa alasan. Antara lain pelanggaran peraturan dan ada gangguan dari pihak luar. 

Selama menjadi wasit, Purwanto sempat beberapa kali meraih penghargaan wasit terbaik. Tiga gelar bergengsi berhasil ia raih, di antaranya Wasit Terbaik PSSI tahun 2002, serta dua gelar serupa versi ANTV (2003) dan Jawa Pos (2007). 

Setelah malang melintang di dunia korps baju hitam, Purwanto pun gantung peluit saat kompetisi sepakbola tanah air memasuki era Indonesia Super League musim 2008/09 silam. 

3K