Liga Indonesia

Terus Diincar PSMS Medan, Ini Jawaban Tegas Egy Maulana Vikri

Jumat, 5 Januari 2018 17:26 WIB
Penulis: Petrus Manus Da' Yerimon | Editor: Prio Hari Kristanto
© INDOSPORT/Herry Ibrahim
Egy Maulana Vikri tengah duduk di lapangan hijau. Copyright: © INDOSPORT/Herry Ibrahim
Egy Maulana Vikri tengah duduk di lapangan hijau.

Pelatih PSMS Medan, Djajang Nurjaman belakangan kesulitan mencari sosok pemain bertipikal penyerang setelah ditinggal Elthon Maran. Pria asal Majalengka, Jawa Barat itu pun berupaya melakukan pendekatan dengan agen Egy Maulana Vikri demi mendapatkan tanda tangan winger Timnas Indonesoa U-19 itu.

Keinginan itu muncul dikarenakan status Egy Maulana yang hingga saat ini belum memiliki klub profesional dan masih menyelesaikan proses pendidikannya. 

Akan tetapi, niat PSMS Medan nampaknya menemui jalan terjal. Pasalnya saat ini Egy lebih memprioritaskan untuk mencoba peruntungan di negara Eropa, apalagi sejumlah klubdilaporkan sudah memberikan tawaran langsung. 

Selain itu, mimpi Egy untuk berkarir di kompetisi Eropa didasari keinginan untuk membuktikan diri jika orang Indonesia juga lihai dalam mengolah si kulit bundar di atas lapangan.

"Siap tidak siap, saya harus siap, karena mimpinya saya kan kesana (Eropa). Saya sudah tes bahasa Inggris," ucap Egy saat ditemui di Kantor Kemenpora, Jumat (05/01/18). 

© INDOPSORT
Egy Maulana Vikri Bertemu dengan Menpora Copyright: INDOPSORTEgy Maulana Vikri Bertemu dengan Menpora

"Saya ingin main di Eropa biar orang luar negeri juga tau kalau orang Indonesia juga bisa main bola," sambungnya seraya tersenyum.

Sebagai informasi, Egy Maulana Vikri saat ini baru saja pulang dari Eropa dan menyatakan ada sejumlah klub dari tujuh negara yang sangat ingin mendapatkan tanda tangannya. Klub-klub peminat tersebut diantaranya beradal dari Spanyol, Jerman, Polandia, Prancis, Portugal dan Italia.

Akan tetapi, Egy baru akan memberikan jawaban dalam waktu sebulan ke depan. Ia masih harus memikirkan klub mana yang menjamin peluangnya untuk berkembang lebih baik. 

99