Liga Indonesia

Hadapi Piala Presiden, Djanur Kehilangan Sosok Firza dan Yoyok

  • Menghadapi Piala Presiden 2018 Djanur tak akan didampingi asistennya Yusuf Prasetyo atau Yoyok.
  • Yoyok akan mengikuti kursus pelatih lisensi A AFC di Maldives hingga 21 Februari mendatang.
  • Selain asisten pelatih, PSMS pun tak akan diperkuat Firza Andika. Bek Tim Nasional (Timnas)  U-19 ini harus menjalani trainning camp (TC)  bersama Egy Maulana dkk.
Sabtu, 13 Januari 2018 06:15 WIB
Penulis: Kesuma Ramadhan | Editor: Ivan Reinhard Manurung
© Indosport/Kesuma Ramadhan
Pelatih Djajang Nurjaman tengah memberikan instruksi kepada skuat PSMS Medan. Copyright: © Indosport/Kesuma Ramadhan
Pelatih Djajang Nurjaman tengah memberikan instruksi kepada skuat PSMS Medan.

Pelatih PSMS Medan, Djajang Nurdjaman dipaksa kerja ekstra menghadapi Piala Presiden 2018. Pasalnya, Djanur, sapaan akrabnya tak akan didampingi asisten pelatihnya, Yusuf Prasetyo alias Yoyok.

Pria yang memiliki kemapuan menganalisa permainan tim ini rencananya akan mengikuti kursus pelatih lisensi A AFC di Maldives.  Yoyok dikabarkan hanya bisa mendampingi tim pada laga perdana lawan PSMS Makassar,  16 Januari 2018. Selebihnya Yoyok akan berada di Maldives hingga 21 Februari 2018 mendatang.

© Kesuma Ramadhan/INDOSPORT
Pelatih PSMS Medan, Djajang Nurjaman, atau kerap disapa Djanur. Copyright: Kesuma Ramadhan/INDOSPORTDjanur dipastikan tanpa asistennya saat PSMS berlaga dalam ajang Piala Presiden 2018.

Selain asisten pelatih, PSMS juga akan kehilangan sosok Firza Andika. Pasalnya, bek tim nasional (Timnas) U-19 ini harus menjalani Training Camp (TC)  bersama Egy Maulana dkk.

“Firza tidak ikut sama kita ke Piala Presiden. Dia mau TC sama Timnas U-19,” ujar Pelatih PSMS Djajang Nurjaman, Jumat (12/1/2018) sore.

Djajang pun mengakui jika PSMS sudah memberi izin kepada pemain kelahiran tahun 1991 tersebut.

© Instagram
Bek kiri timnas U-19, Firza Andika. Copyright: InstagramBek kiri Timnas U-19, Firza Andika.

PSMS rencananya akan berangkat ke Bandung dalam persiapan jelang Piala Presiden pada Minggu (14/1/2018) pagi.

PSMS berada di grup A Piala Presiden. Grup ini mendapat julukan grup maut, karena bergabung dengan klub-klub berat,  yaitu Persib Bandung,  PSM Makassar dan Sriwijaya FC.

Menyikapi hal itu, Djajang tak mau ambil pusing. Sebagai tim underdog yang pastinya dipandang sebelah mata dirinya justru menganggap hal itu sebagai keuntungan. Bahkan Djanur pun mematok target bisa lolos dari grup maut tersebut.

"Untuk Piala Presiden kita tetap berusaha lah, walaupun kita di grup ini termasuk yang mungkin dianggap sebelah mata karena pendatang baru, tapi kita berusaha untuk memberikan perlawanan kepada tiga tim besar. Kita juga berusaha lolos dari grup dan berusaha menang dengan tiga tim besar tadi," harapnya.