Liga Indonesia

Begini Balasan Surat Terbuka Presiden Persebaya dari Andik

  • Satu hari lalu, presiden Persebaya melayangkan surat terbuka untuk Andik Vermansah mengenai susahnya proses perekrutannya.
  • Dengan cepat, Andik membalas surat terbuka yang dilayangkan dari anak Dahlan Iskan itu.
Selasa, 23 Januari 2018 13:27 WIB
Penulis: Alfia Nurul Fadilla | Editor: Agus Dwi Witono
© Istimewa
Azrul Ananda dan Andik Vermansah. Copyright: © Istimewa
Azrul Ananda dan Andik Vermansah.

Senin (22/01/18) lalu, muncul surat terbuka  dari Presiden Persebaya Surabaya, Azrul Ananda, terkait kisruh perekrutan Andik Vermansah. Surat terbuka itu dilayangkan langsung melalu laman resmi klub yang berjuluk Bajul Ijo ini. 

Dalam surat terbuka itu manajemen menyatakan tidak akan lagi berupaya mendatangkan Andik. Keputusan tidak lagi mengejar tanda tangan Andik Vermansah disinyalir karena ketidakcocokan soal harga (gaji) yang ditetapkan oleh pesepakbola 26 tahun itu.

Usai terbit soal surat terbuka, Andik langsung sigap menanggapi. Dilansir dari Emosijiwaku.com, Andik yang sudah pernah berkomunikasi langsung dengan pihak Persebaya malah menyebut jika pihak manajemen Bajul Ijo tak langsung sebutkan harga, melainkan mengajak bertemu.

Dalam surat balasannya, Andik juga menyebut, jika beberapa tawaran besar sudah ditolaknya demi merapat ke Persebaya. Kini Andik merasa nasibnya sudah di ujung tanduk karena bursa transfer untuk bermain di luar negeri pun sudah ditutup.

© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Andik Vermansah (kiri) dijaga ketat rekannya, Gavin Kwan. Herry Ibrahim Copyright: Herry Ibrahim/INDOSPORTAndik Vermansah (kiri) dijaga ketat rekannya, Gavin Kwan. 

Berikut isi surat balasan Andik Vermansah :

Sampai saat ini, saya belum punya klub demi menunggu Persebaya. Bahkan, saya sampai berkonflik dengan agen. Akhirnya, saya putuskan tidak memakai agen. Mohon hormati saya dan hormati nama saya, meski saya tak sehebat Cristiano Ronaldo. Insya Allah nama saya masih laku dijual

Saya tahu sekarang Persebaya dihuni orang baru semua yang lebih menekankan pendekatan bisnis. Bisnis nomor satu.

Saya memutuskan tidak bertemu karena telah memberikan penawaran harga ke Persebaya. Itu saya lakukan tanpa agen. Tapi, kubu Persebaya tidak pernah menyatakan berapa penawaran harganya dan malah mengajak bertemu. Apalagi setelah keluar sejumlah statement yang intinya tidak menginginkan saya.

Begitu banyak tawaran duit yang menggiurkan kepada saya. Semua saya tolak demi Persebaya. Dan, sampai saat ini, masa depan saya terancam. Bermain di luar negeri sudah sulit karena masa transfer mulai ditutup.

Saya Bonek dan loyalitas saya tetap kepada kebanggaan.

Salam Satu Nyali
Wani