Bola Internasional

Bintang Timnas Malaysia Sindir Naturalisasi di Indonesia

Jumat, 23 Februari 2018 16:59 WIB
Editor: Isman Fadil
© INDOSPORT/Herry Ibrahim
Selebrasi Ilija Spasojevic Copyright: © INDOSPORT/Herry Ibrahim
Selebrasi Ilija Spasojevic

Naturalisasi saat ini sedang menjadi tren tersendiri di sepakbola kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Sejumlah negara memanfaatkan jasa para pemain keturunan untuk memperkuat tim nasional. 

Setelah Singapura, Filipina, dan Indonesia yang sudah lebih dulu menjalankan proyeksi naturalisasi, kini negara tetangga Malaysia siap menjajaki wacana untuk memakai pemain naturalisasi dalam skuat mereka dalam waktu dekat.

Padahal beberapa tahun lalu, federasi sepakbola Malaysia (FAM) 'mengharamkan' pemain naturalisasi bergabung dengan skuat tim nasional. Namun karena beberapa negara di Asia Tenggara sudah memanfaatkan pemain naturalisasi, Malaysia pun akhirnya memperbolehkan.

Hal itu membuat legenda hidup Timnas Malaysia, Safee Sali, turut berkomentar. Menurut pemain yang pernah memperkuat Pelita Jaya dan Arema FC ini, kebijakan naturalisasi hanyalah program yang sia-sia karena masih banyak pemain lokal Malaysia yang lebih bagus ketimbang pemain asing.

"Jika naturalisasi mampu membuat perubahan ke tim nasional, itu bagus. Tapi jika hanya ingin berpindah warga negara dan tidak ada keinginan untuk mewakili negara (memperkuat timnas), saya pikir itu hanya sia-sia," kata Safee Sali, seperti dikutip dari Berita Harian.

© KAMARUL AKHIR/AFP/Getty Images
Safee Sali berusaha melewati hadangan Firman Utina. Copyright: KAMARUL AKHIR/AFP/Getty ImagesSafee Sali berusaha melewati hadangan Firman Utina.

Saat ini, ada beberapa pemain naturalisasi yang menghiasi skuat Harimau Malaya. Mereka diantaranya adalah Matthew Davies, Darren Lok, Brendan Gan, Kiko Insia, dan Khair Jones.

Namun menurut Safee, pemain naturalisasi bukanlah jaminan untuk mendatangkan prestasi. Dia pun mencontohkan Timnas Singapura dan Indonesia yang tidak berkembang meski diperkuat pemain naturalisasi.

"Kita tidak bisa bisa berharap lebih dengan pemain keturunan. Jika benar-benar hebat, tidak masalah mereka gabung timnas. Kita bisa melihat Indonesia dan Singapura yang diperkuat pemain naturalisasi, tapi mereka tidak bisa berkembang. Sedangkan Thailand yang mengandalkan pemain lokal terlihat lebih baik," pungkas peraih top skor Piala AFF 2010 tersebut.