INDOSPORT.COM - Pelatih Persebaya Surabaya, Djajang Nurdjaman tampaknya masih terus menyoroti kinerja wasit kompetisi sepak bola Indonesia, Liga 1 2018.
Rasa kurang puasnya terhadap kepemimpinan wasit saat Persebaya Surabaya bertanding melawan Arema FC, Sabtu (06/10/18) lalu.
Meskipun pelatih asa Majalengka itu mengaku kurang puas, dirinya tetap mengerti kapasitasnya sebagai pelatih tidak bisa mencampuri urusan wasit. Oleh sebab itulah Djanur hanya bisa menghimbau kepada wasit untuk lebih jeli dan adil.
"Sebenarnya saya tidak berwenang, hanya menghimbau saja kepada komite wasit untuk lebih jeli. Komisi wasit kan sudah bagus itu. Ada wasit dari Jepang yang jadi pembinanya di sana. Saya harap saja lebih baik lagi," lanjutnya.
Dia berharap himbauan yang disampaikan oleh Djanur kepada komite wasit sepak bola ini dapat berjalan dengan baik pada laga melawan Borneo FC pada Sabtu (13/10/18) nanti di Stadion GBT.
Rasa was-was Djanur itu dikarenakan Persebaya Surabaya punya sejarah kurang baik dengan wasit ketika melawan Borneo FC diputaran pertama Liga 1.
Saat itu Bajul Ijo harus ditahan imbang tuan rumah 2-2 di Stadion Segiri, Samarinda (11/5/18). Dua gol diborong Lerby Eliandry dan dianggap kontroversial. Bahkan Alfredo Vera pelatih Persebaya saat itu mengatakan dua gol Borneo FC tidak benar.
Dia menyayangkan dua gol itu harus disahkan oleh wasit, jika dilihat melalui video. Gol pertama lahir pada menit ke-66 lewat titik putih setelah bek kiri Persebaya, Ruben Sanadi, dianggap mendorong Sultan Samma.
Sementara gol kedua (86') seharusnya tidak sah karena dalam tayangan ulang, Lerby telah masuk perangkap off-side.
Terus Ikuti Perkembangan Liga 1 dan Sepak Bola Indonesia Hanya di INDOSPORT.COM