Bola Internasional

Olivier Giroud Ungkap Sulitnya Kaum LGBT Jadi Bintang Sepak Bola

Jumat, 16 November 2018 14:47 WIB
Penulis: Ade Gusti | Editor: Lanjar Wiratri
© INDOSPORT
Olivier Giroud, Striker Chelsea. Copyright: © INDOSPORT
Olivier Giroud, Striker Chelsea.

INDOSPORT.COM – Striker Chelsea, Olivier Giroud, mengungkapkan betapa sulitnya seorang dari kaum dengan orientasi seksual tertentu atau LGBT untuk menjadi seorang bintang sepak bola.

Striker PrancisOlivier Giroud, menutup kemungkinan seorang pesepakbola yang merupakan Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender (LGBT) bisa secara terbuka berkarier di dunia sepak bola. Giroud menegaskan bahwa olahraga ini sulit menerima pemain dengan orientasi seksual tertentu.

Striker Chelsea itu pernah menciptakan kehebohan dengan berpose di halaman sampul majalah gay Prancis Tetu pada tahun 2012.

Pemain berusia 32 tahun itu tersentuh dengan momen menyedihkan, ketika mantan pemain Jerman dan Aston Villa Thomas Hitzlsperger kariernya hancur karena ia mengungkapkan dirinya seorang gay. Bahkan pada 2014, Hitzlsperger merupakan pemain sepak bola bernilai tinggi.

“Ketika saya melihat Thomas Hitzsperger pada tahun 2014 (pasca pensiun), ini sangat mengharukan,” katanya kepada majalah Le Figaro yang dilansir dari situs berita sport ESPN.

© Sky Sports
Olivier Giroud Copyright: Sky SportsOlivier Giroud

“Pada saat inilah saya berpikir bahwa tidak mungkin menjadi gay secara terbuka dalam sepak bola," tambahnya.

“Di ruang ganti, ada banyak testoteron, banyak godaan. Itu istilah halusnya tetapi begitulah. Saya bisa memahami rasa sakit dan kesulitan untuk terbuka sebagai gay. Ini tantangan yang nyata dan ini membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bekerja sendiri,” beber Giroud.

Penyerang Chelsea itu juga menunjukkan berbagai sikapnya dengan mantan klub Arsenal dan Monpellier atas dukungannya terhadap komunitas LGBT.

“Ketika saya bergabung dengan Montpellier, saya terlibat dalam perjuangan untuk tolerasnsi dan berada di sampul (majalah gay Prancis) Tetu. Di Arsenal, ketika di anya, saya mengenakan tali pelangi itu untuk mendukung komunitas gay,” ungkap Giroud.

Perlu diketahui, sejumlah klub Premier League dan Liga Europa akan kembali menunjukkan dukungan mereka untuk kampanye LGBT bertajuk Rainbow Laces Stoneswall pada akhir bulan ini.

Para pemain akan mengenakan tali berwarna pelangi, selain juga bendera pojok dan ban lengan kapten. Klub Premier League yang merupakan kasta tertinggi Liga Inggris akan melakoni dua putaran pertandingan mulai 30 November. Sementara klub Liga Europa akan memilih pertandingan antara 24 November dan 1 Desember.

Terus Ikuti Berita Sepak Bola Internasional Lainnya Hanya di INDOSPORT

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%