Liga Indonesia

Perihal Mafia Bola, Edy Rahmayadi Pernah Ditawari 1,5 Triliun

Rabu, 28 November 2018 22:23 WIB
Editor: Prio Hari Kristanto
© Kesuma Ramadhan/INDOSPORT
Ketua umum PSSI, Edy Rahmayadi, menghampiri para suporter PSMS Medan. Copyright: © Kesuma Ramadhan/INDOSPORT
Ketua umum PSSI, Edy Rahmayadi, menghampiri para suporter PSMS Medan.

INDOSPORT.COM - Kompetisi sepak bola Indonesia kembali kebanjiran polemik. Polemik tersebut diawali dengan dugaan pengaturan skor di Liga 2. 

Isu panas mengenai match fixing dan suap di lingkungan mafia sepak bola Indonesia pun kembali menjadi konsumsi hangat publik. 

Dalam sebuah acara Mata Najwa berjudul "PSSI Bisa Apa?" yang ditayangkan live hari ini (28/11/18), Manajer Madura FC, Januar Herwanto, pun sampai menyebut nama seorang Exco PSSI yang diduga terlibat dalam praktik kotor sepak bola di Liga 2. 

Masih dalam acara yang sama, mantan dedengkot match fixing, Bambang Suryo, juga blak-blakan soal praktik kotor di liga-liga yang diselenggarakan PSSI.

Menaggapi hal ini, anggota Exco PSSI, Refrizal, pun tak mengelak mengenai ada praktik match fixing yang melibatkan sepak bola Indonesia. 

Bahkan, di acara Mata Najwa, ia menyebut bahwa Ketua PSSI saat ini, Edy Rahmayadi, pernah ditawari uang triliunan untuk melakukan praktik kotor oleh mafia bola dari luar negeri.

"Ada mafia yang lebih besar, dari luar negeri, dia menawarkan Rp 1,5 T ke Pak Edy, tapi ditolak," ujar Refrizal.

Beruntung bagi sepak bola Indonesia, Edy Rahmayadi kala itu disebutkan menolak uang super besar yang ditawarkan oleh mafia tersebut. 

Ikuti Terus Berita Seputar Sepak Bola Indonesia dan Olahraga Lainnya Hanya di INDOSPORT.COM 
 

109